DAWARBLANDONG – Suasana khidmat menyelimuti Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Jumat (3/4) pagi. Ratusan jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Pepantan Banyulegi mengikuti kebaktian Jumat Agung yang dikemas secara berbeda melalui teatrikal Jalan Salib.
Prosesi diawali dari depan gereja setempat. Jemaat berjalan kaki menuju bukit di kawasan simpang tiga Banyulegi. Sepanjang rute, para pemuda gereja menampilkan drama kolosal yang memvisualisasikan kisah penderitaan Yesus Kristus saat memanggul salib menuju Bukit Golgota.
Pendeta GKJW Pepantan Banyulegi, Galih Fendi Christianto, menjelaskan bahwa teatrikal ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan sarana penghayatan iman bagi jemaat.
''Tahun ini menjadi momen spesial karena untuk pertama kalinya teatrikal di Pepantan Banyulegi digelar dengan berkeliling kampung. Kami ingin jemaat lebih mendalami makna Jumat Agung melalui visualisasi ini,'' ujarnya.
Tak hanya menjadi momen religius, kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya toleransi antarumat beragama di wilayah Dawarblandong. Warga sekitar, termasuk dari lintas agama, turut ambil bagian dalam membantu kelancaran acara.
''Puji syukur, masyarakat sangat mendukung. Teman-teman dari lintas agama juga bahu-membahu membantu persiapan sejak awal,'' tambahnya.
Rangkaian ibadah Jumat Agung ditutup dengan kebaktian dan penghayatan Jalan Salib. Sebagai penutup, jemaat bersama warga lintas agama menggelar makan bersama (ramah tamah) sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan di Desa Banyulegi. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah