Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengungkap Makna Spiritual di Balik Keindahan Seblang Banyuwangi yang Tetap Dijaga di Banyuwangi

Imron Arlado • Minggu, 29 Maret 2026 | 15:21 WIB
Mengungkap makna dari Seblang Banyuwangi
Mengungkap makna dari Seblang Banyuwangi

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah modernisasi yang terus berkembang, masyarakat Banyuwangi masih setia menjaga warisan budaya leluhur salah satunya adalah Seblang Banyuwangi. Tradisi ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni melainkan ritual sakral yang dipercaya sebagai bentuk pembersihan desa serta rasa syukur kepada sang pencipta.

Ritual seblang adalah salah satu ritual upacara masyarakat Osing yang hanya dapat dijumpai di dua desa dalam wilayah kecamatan Glagah, Banyuwangi, yakni desa Bakungan dan Olehsari. Masyarakat setempat meyakini bahwa pelaksanaan seblang mampu membersihkan desa dari energi negatif serta dapat membawa keberkahan.

Keunikan Seblang terletak pada penarinya yang bukan sembarang orang. Penari ini dipilih langsung dengan roh leluhur melalui proses spiritual tertentu dan yang terpilih biasanya dalam prosesi menari, penari akan berada dalam kondisi trance atau kesurupan. Momen ini menjadi inti dari kesakralan Seblang, di mana dunia nyata dan dunia tak kasat mata seolah saling terhubung.

Selain itu, keindahan seblang tidak hanya terpancar dari gerak tarinya saja tetapi juga dari busana dan hiasan kepala yang dikenakan penarinya. Pakaian penari Seblang Olehsari memiliki ciri khas yang sederhana, penari biasanya memakai kemben dan kain batik yang dililitkan dengan rapi, ini mencerminkan kesederhanaan serta warna-warna yang digunakan juga tidak berlebihan.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, DPUPR Mojokerto Siagakan Empat Alat Berat dan Dua Tim Reaksi Cepat

Salah satu elemen yang paling mencolok adalah hiasan kepala yang disebut omprog, hiasan kepala ini menjadi simbol utama dalam penampilan penari Seblang. Omprog terbuat dari rangkaian daun pisang muda yang dihias dengan bunga-bunga segar dan berbagai ornamen lainnya.

Tak hanya itu, rangkaian ritual Seblang juga dilengkapi dengan berbagai sesaji dan doa-doa yang dipimpin oleh tokoh adat. Setiap sesaji yang disiapkan memiliki makna simbolis tersendiri, mulai dari bunga-bungaan yang melambangkan kesucian hingga makanan tradisional sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur.

Nilai-nilai ini diwariskan secara turun-temurun, sehingga keberadaan Seblang tetap terjaga meskipun zaman terus berubah. Keterlibatan masyarakat dalam setiap prosesnya menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepercayaan terhadap tradisi leluhur.

Dengan segala keunikan dan nilai sakral yang terkandung di dalamnya, Seblang tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sebagai  identitas yang memperkuat jati diri masyarakat Banyuwangi. Dari tradisi ini mengajarkan bahwa menjaga keseimbangan antara kehidupan modern dan nilai-nilai spiritual adalah hal yang penting, agar warisan leluhur tetap hidup dan bermakna bagi generasi mendatang.

TISA

Editor : Imron Arlado
#SEBLANG #keunikan #makna #budaya #warisan #leluhur