RADARMOJOKERTO - Gamis modern menjadi tren fashion yang sedang digemari.
Dress syari ini merupakan budaya Asia Barat atau Timur Tengah.
Gamis identik dengan pakaian muslim yang mulanya hanya berbentuk lurus dan panjang.
Namun seiring perkembangan zaman, model dan bahan yang diterapkan pada gamis kian bervariatif.
Di antaranya, gamis yang didesain sesuai dengan tren fashion masa kini.
Gamis modern biasanya memiliki model yang simpel dengan kualitas bahan elegan.
Salah satu gamis yang banyak dicari kalangan remaja dan ibu muda adalah gamis kain ceruti.
Yakni, kain yang dibuat dari perpaduan bahan.
Di antaranya bahan polyester dan sifon.
Rumiyati, 55, pedagang baju di Pasar Benteng Pancasila (Benpas) Kota Mojokerto menjelaskan, bahwa kain ceruti memiliki tesktur yang halus dan dingin.
Tidak hanya itu, bahannya yang kuat dan tidak mudah lentur menjadi salah satu ciri yang diinginkan kalangan remaja.
”Memiliki kain yang sangat halus dan mudah dibentuk berbagai model menjadi ciri pakaian yang digemari gadis-gadis muda,” tutur ibu lima anak ini, Selasa (26/3).
Selain itu, terdapat pilihan warna yang sedang tren.
Seperti mint, blue sky dan warna warna elegan lainnya.
Harga gamis ceruti terbilang cukup terjangkau.
Dengan Rp 150 ribu pembeli perempuan sudah mendapatkan gamis dengan kualitas tinggi dan feminin.
Rumiyati menjelaskan, gamis ceruti ini sangat cocok dipadukan dengan berbagai model jilbab.
Seperti model syari untuk mendapatkan kesan anggun dan Islami.
Model turban agar terlihat fashionable.
Clean hijab bagi sebagian wanita karir jika ingin terlihat rapi.
Hingga tren hijab pasmina yang cocok dikombinasikan dengan gamis.
”Agar mendapatkan kesan wanita muda dan manis,” tambahnya.
Rumiyati menegaskan, kekurangan dari gamis ini terletak pada kainnya yang tipis.
Sehingga pada saat disetrika dibutuhkan kain alas demi menjaga dan melindungi kualitas bahan.
”Bahan ini memiliki sifat elastis dan tidak mudah melar. Namun gamis ini dapat dipakai sesuai bentuk tubuh wanita,” paparnya.
Sementara itu, dari penjualan baju gamis ini, Rumiyati mengaku omzetnya mampu menembus Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per hari.
Menyusul, banyak pakaian dan gamis dengan ragam jenis bahan laku keras mendekati Lebaran.
”Meskipun toko online sudah menjamur, masih banyak yang memilih membeli secara offline untuk mengetahui langsung kualitas produknya,”pungkas Rumiyati. (satria putra)
Editor : Moch. Chariris