RADARMOJOKERTO - Alquran merupakan kitab suci bagi umat Islam yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kitab Suci Alquran diturunkan pertama kali pada 17 Ramadan tahun 610 Masehi.
Wahyu tersebut diterima Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.
Secara bertahap selama 23 tahun Alquran diturunkan oleh Allah SWT sesuai dengan kondisi masyarakat pada zaman itu.
Pondok Pesantren As Sholichiyah, Jalan Penarip II, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, merupakan pesantren pertama di Mojokerto.
Pesantren ini didirikan Kiai Muhammad Sholeh Ilyas pada tahun 1875.
Saat ini kitab-kitab kuno peninggalan Kiai Muhammad Sholeh masih disimpan rapi oleh pengurus pesantren.
Sekaligus sebagai bentuk warisan dari Kiai Muhammad Sholeh.
Alquran kuno tersebut terbuat dari bahan terbaik yang diimpor dari luar.
”Tulisan pada kitab ditulis pada kertas yang terbuat dari kulit hewan. Ada juga yang terbuat dari kulit pohon,” ungkap Mochammad Ilyasin, pengurus Pondok Pesantren As Sholichiyah, Sabtu (23/3).
Terdapat enam jenis kitab kuno yang masih tersimpan dengan baik.
Yakni, mushaf Alquran, tasfir jalalen, kitab fiqih, nahwu saraf dengan manuskrip tahlil, kitab nahwu berjenjang mulai awamil hingga mutammimah.
Selain itu, terdapat juga kitab tasawuf.
Seperti Asrarus Sholah atau rahasia salat, kitab An Niqoyah yang berisi aqidah aswaja.
Namun, karena kitab kuno ini sudah berusia ratusan tahun, kitab tersebut nampak using.
Di tepi kertas juga nampak bekas dimakan rayap.
Tetapi, goresan tinta kitab ditulis menggunakan tangan dengan huruf Arab yang masih jelas.
Kitab yang berusia sekitar 200 hingga 300 tahun ini tersimpan rapi di almari kaca kediaman almarhum KH Rofii Ismail.
Mushaf Alquran merupakan tulisan tangan Kiai Muhammad Sholeh.
Menurut pria 26 tahun ini, Kiai Muhammad Sholeh mempunyai keahlian dalam menulis kitab Alquran.
Baca Juga: Kisan Bayi Mungil Ditelantarkan di Depan Rumah Warga Pungging Mojokerto
Semasa hidup Kiai Sholeh, beliau sering mengerjakan pesanan kitab suci Alquran.
Agar tetap terawatt, pengurus pesantren kini sekadar memberikan wewangian dan kapur barus untuk mencegah kerusakan. (zukria amelia)
Editor : Moch. Chariris