RADARMOJOKERTO - Banyak orang meyakini bahwa suksesnya seorang murid bergantung pada ilmu dan kemahiran yang diajarkan guru.
Akan tetapi, Gus Sya’dullah Syarofi atau akrab disapa Gus Dullah menjelaskan, bahwa suksesnya murid tidak dilihat dari seberapa lama ia meguru atau belajar.
Melainkan, seberapa besar keyakinannya terhadap gurunya.
”Kita diberi Allah dua perkara, yakni ilmu dan derajat, yang mana keduanya dapat diperoleh melalui keyakinan kita pada guru,” kata wakil ketua PC NU Kabupaten Mojokerto ini.
Hal tersebut juga menjadi faktor mengapa orang terdahulu lebih sedikit belajar.
”Namun lebih banyak yang memperoleh rahmat dan keberuntungan dari Allah daripada orang di zaman ini,” imbuh Gus Dullah.
Terdapat empat perilaku yang akan dilimpahkan ilmu dan derajatnya oleh Allah SWT.
Di antaranya, itikad shahih, yakni keyakinan yang murni.
Seperti anak yang yakin kepada orang tua, maka sebagi murid pun harus memiliki keyakinan kepada gurunya.
Kekuatan keyakinan murni ini dapat diteladani dari kisah perampok yang menyamar menjadi kiai.
”Dikisahkan sekelompok perampok sedang berada dalam kejaran para tentara. Mereka yang dilanda kebuntuan, menyamar menjadi kiai agar diizinkan masuk oleh penghuni rumah di penghujung desa,” terang Gus Dullah.
Para penghuni rumah menyambut para kiai tersebut dengan penuh suka cita.
Mereka menjamu tamunya dengan baik karena mengharap barakah ulama.
Setelah rombongan kiai tersebut meninggalkan rumah, sang penghuni menggunakan air bekas cuci tangan ulama kiai untuk dilaburkan ke tubuh anaknya yang sedang lumpuh.
Pada kunjungan ke dua, sekelompok perampok yang menyamar menjadi kiai terheran melihat anak penghuni rumah yang sudah sembuh dari lumpuhnya.
Si anak menyalami perampok tersebut, hingga mereka meneteskan air mata dan mengaku bahwa ia adalah penajahat yang mengaku sebagai kiai.
Merasa bahwa orang yang ditipunya ini sakti. Para perampok pun berikrar untuk bertaubat dan berhenti merampok.
Dari kisah ini dapat kita teladani bahwa hanya dengan keyakinan yang murni, seseorang mampu membuka pintu hidayah bagi para pendosa sekalipun.
”Maka jika kita belajar, janganlah melihat siapa gurunya. Tapi lihatlah dirimu sebagai murid, dan yakinlah kepada gurumu. Maka Allah akan menambahkan ilmu padamu karena keyakinanmu,” lanjut Gus Dullah.
Segala ilmu dan derajat yang akan diberikan Allah kepada kita semua itu diukur dari besarnya keyakinan diri kita sebagai murid.
Bukan dari lama dan kerasnya kita belajar tapi besarnya yakin di dalam dada. (wilda mifta)
Editor : Moch. Chariris