RADARMOJOKERTO - Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kerukunan, terutama kepada sesama saudara.
Dibuktikan dengan berbagai hadis Nabi yang menyebutkan untuk menjaga tali silaturahmi.
KH Chusaini Ilyas menjelaskan bahwa, perilaku ini dapat kita teladani dari kisah Nabi Yusuf AS.
Suatu hari, Nabi Yusuf AS diceburkan ke sumur oleh saudaranya.
Akan tetapi di dalam sumur, Nabi bertemu oleh Malaikat Jibril dan Mikail.
Malaikat tersebut lantas memuliakannya dengan jamuan surga.
Malaikat berpesan kepadanya untuk bersabar dan tidak membenci saudaranya yang telah berbuat jahat.
Melalui malaikat, Nabi Yusuf juga mengetahui di sumur disimpan pusaka Nabi Musa dan Nabi Ibrahim.
Lalu malaikat memberikan Nabi Yusuf baju ontokusumo dan tongkat Nabi Musa.
”Dua benda tersebut diperoleh Nabi Yusuf karena kesabarannya. Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar, karena sabar mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan,” tutur Kiai Chusaini Ilyas.
Saudara Nabi Yusuf kemudian pulang dengan membawa seekor harimau yang diakui sebagai yang membunuh Nabi.
Serta baju Nabi yang berlumuran darah.
Mereka mengelabuhi ayahnya (Nabi Yakub) dan mengatakan, jika Nabi Yusuf telah meninggal akibat diterkam harimau.
”Nabi Yaqub tidak sepenuhnya mempercayai mereka, karena dilihatnya baju Nabi Yusuf tidak koyak sedikitpun. Kancingnya tetap utuh, namun ia hanya bisa berserah kepada Allah SWT,” imbuh KH Chusaini.
Di suatu hari seorang saudagar memerintahkan satu pekerja untuk menimba sumur.
Melihat Nabi yang mencoba bertahan atas lemparan batu dari atas sumur yang dilakukan saudaranya.
Malaikat pun mengutus Nabi untuk menaiki timba.
Mengetahui Nabi Yusuf berhasil kerluar dari sumur, saudaranya geram dan mulai menyebar fitnah.
Kendati demikian, Nabi Yusuf tetap bersabar dan tidak membalas.
Kemudian Nabi Yusuf dijual untuk dijadikan budak dan dibeli Patih Takfirul Aziz, suami Zulaikha.
Ia menebus Nabi Yusuf dengan uang dinar sesuai dengan berat badannya.
Nabi pun diangkat sebagai anak oleh Patih dan istrinya.
Di usia dewasa menjelang masa kenabiannya, melalui Malaikat Jibril, Allah SWT memberi segala ilmu kepada Nabi Yusuf tanpa belajar sekalipun.
”Di kehidupan seringkali kita menjumpai saudara yang sering menguji kesabaran, layaknya para saudara Nabi Yusuf. Maka yang harus dilakukan ialah memberi mereka kasih sayang dan terus mendoakan kebaikan bagi mereka,” pungkas pengasuh Pondok Pesantren Salfiyah Al-Mishbar ini. (wilda mifta)
Editor : Moch. Chariris