RADARMOJOKERTO - Kebakaran yang melanda Rumah Sakit Gatoel Kota Mojokerto, Kamis (21/3) dini hari mengakibatkan lima petugas harus mendapat perawatan medis.
Mereka mengalami sesak napas hingga terluka akibat tertusuk paku saat memadamkan api.
Mereka terdiri dari empat petugas internal rumah sakit yang pernapasannya terganggu akibat terlalu banyak menghirup asap pekat dari kobaran api di lantai dua gedung AK dan S.
Serta satu petugas pemadam kebakaran (damkar) yang terluka akibat tertusuk paku saat menyemprotkan api ke dalam gedung.
”Ada empat teman kami dari petugas internal rumah sakit yang sesak napas diakibatkan asap. Dan juga satu petugas damkar yang tertusuk paku, tapi sudah dilakukan pengobatan,'' ungkap Pj Wali Kota Mojokerto, M. Ali Kuncoro di lokasi.
Namun, kondisi tersebut diakui Ali Kuncoro telah tertangani dengan baik.
Kelimanya telah mendapat perawatan intensif dari pihak rumah sakit.
Bahkan sebagian petugas kini telah beraktivitas dan kembali berjibaku memadamkan api.
''Syukur Alhamdulillah, tidak ada sesuatu yang terdampak fatal. Sudah dilakukan pengobatan dan terapi sehingga bisa kembali bekerja,'' tandasnya.
Sebelumnya kebakaran hebat melanda gedung Rumah Sakit Gatoel, di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Kamis (21/3) dini hari.
Gedung perkantoran dan arsip milik PT Nusantara Medika Utama yang bermitra dengan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamina IHC) ini, terbakar tepat saat waktu sahur tiba atau sekitar pukul 02.30 WIB.
Enam mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api yang kian membesar.
Utamanya, di lantai dua yang terdiri dari empat ruang.
Mulai dari ruang kantor, ruang administrasi, ruang pertemuan, hingga ruang arsip.
''Salah satu petugas mau ambil makan sahur. Ternyata ada asap dari ruang AK dan S. Terus kami bertiga ke atas memadamkan dengan apar,'' ujar sekuriti RS Gatoel Kota Mojokerto, Hartono.
Editor : Moch. Chariris