Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Masjid Berkonsep Majapahitan di Trowulan, Mojokerto, Jadi Jujukan Musafir Berbagai Daerah

Moch. Chariris • Rabu, 20 Maret 2024 | 05:27 WIB
IKON: Beduk di Masjid Majapahit, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menjadi daya tarik bagi musafir. (foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto)
IKON: Beduk di Masjid Majapahit, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menjadi daya tarik bagi musafir. (foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto)

RADARMOJOKERTO - Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam, tidak jarang pula banyak yang singgah sebagai musafir.

Nah, masjid yang satu ini memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri.

BERIBADAH: Musafir melaksanakan salat di Masjid Majapahit, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto)
BERIBADAH: Musafir melaksanakan salat di Masjid Majapahit, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto)

Masjid Darul Muttaqin di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Masjid Darul Muttaqin atau Masjid Majapahit dikenal memiliki keunikan ornamen bernuansa Majapahitan.

Terlihat dari empat pilar utama di tempat imam yang bermotif ukiran bunga teratai.

Jendela masjid berbentuk Surya Majapahit dengan delapan sudut penjuru mata angin.

Serta dinding bagian luar masjid yang didesain menyerupai batu bata merah.

Dawud, 67, wakil ketua Takmir Masjid Majapahit menjelaskan, masjid ini sengaja dibangun dengan konsep Majapahitan.

Karena lokasinya berada di Bumi Majapahit, serta berdekatan dengan Candi Wringin Lawang.

”Selain itu, Masjid Majapahit juga memiliki beduk besar dengan ukuran diameter 160 sentimeter dan berasal dari Ponorogo,” ujarnya.

Masjid Majapahit dibangun di atas lahan seluas 2 ribu meter persegi tahun 2009 dan rampung pada tahun 2015.

Sedangkan luas bangunan masjid sekitar 784 meter persegi.

”Penggambaran masjid ini merupakan hasil diskusi dan persetujuan dari warga setempat,” imbuhnya.

Dawud menambahkan, keunikan Masjid Majapahit tidak hanya terdapat di ornamen saja.

Di sekitar masjid juga terdapat empat pohon buah maja.

Serta pilar dengan ukiran khas Majapahitan.

Jamaah yang datang ke masjid tidak hanya dari Mojokerto.

Namun, dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Gresik, hingga Jakarta.

”Masjid ini menjadi jujukan para musafir dari berbagai daerah yang melintasi Jalan Raya trans Nasional Surabaya-Jogjakarta,” pungkasnya. (zukria amelia)

Editor : Moch. Chariris
#ramadan #majapahitan #masjid