RADARMOJOKERTO - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili, Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hiap Thian Kiong Mojosari, Kabupaten Mojokerto tetap melaksanakan peribadatan seperti biasa.
Namun, pasca bangunan kelenteng terbakar pada 7 Mei 2023 silam, prosesi peribadahan jemaat dipindah dengan memanfaatkan gudang.
Menyusul, kebakaran yang terjadi tahun lalu itu hanya menyisakan area belakang kelenteng.
Pengurus TITD Kelenteng Hiap Thian Kiong Mojosari Surasantosa mengungkapkan, mereka terpaksa memanfaatkan gudang karena hanya bangunan tersebut yang tersisa.
Selebihnya, dari bangunan utama, altar, hingga ruang ibadah lainnya hangus tak tersisa.
”Karena ini satu-satunya tempat beribadat di daerah Mojosari dan sekitarnya. Jadi, meskipun pasca kebakaran, kelenteng masih dapat digunakan sebagai tempat bersimpuh dan sembahyang bagi umat yang menjalani,” ungkapnya, Senin (5/2).
Proses Tahun Baru Imlek 2024 di kelenteng ini diawali dengan pembersihan gudang, dan dilanjutkan dengan pemindahan patung Dewa dan Dewi.
”Untuk jemaat tidak ada perbedaan antara sebelum dan setelah insiden kebakaran tahun lalu. Mereka tetap antusias dalam menjalankan ibadah di kelenteng,” jelasnya.
Pria 61 tahun ini menjelaskan, para jemaat dari umat Tionghoa dengan sukarela berdonasi guna membangun kembali tempat ibadah mereka yang terbakar.
”Tak hanya bantuan dari para jemaat, tapi banyak umat lain yang membantu. Baik dalam segi biaya maupun tenaga,” tambahnya.
Proses pembangunan kelenteng pasca kebakaran masih tetap berjalan hingga saat ini.
Para jemaat berharap, setelah insiden kebakaran yang terjadi siang hari itu, Kelenteng Hiap Thian Kiong ke depan menjadi lebih baik, aman dan nyaman.
”Harapannya, semoga kelenteng dapat segera pulih kembali, dan menjadi tempat ibadah yang lebih nyaman,” pungkas Surasantosa. (helmy mubarrok)
Editor : Moch. Chariris