RADARMOJOKERTO.JAWAPOS.COM – Kondisi jembatan Deng-Deng di Dusun Wonoayu, Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, kian memprihatinkan. Kedua sisi tidak dilengkapi pengaman, dan infrastruktur jembatan hanya menggunakan beton berukuran 1 meteran. Bahkan, belakangan kerap terjadi kecelakaan, hingga pengendara terjatuh ke sungai.
”Sejumlah pengendara pernah terjatuh dari ketinggian jembatan ini. Kemudian, warga bergotong royong menolong korban karena kasihan,” ungkap Heri Yatno, warga Dusun Wonoayu, Desa/Kecamatan Jetis, kepada www.radarmojokerto.jawapos.com, Sabtu (6/1).
Dulunya, jembatan ini difungsikan sebagai jembatan kereta lori pengangkut hasil perkebunan tebu. Jembatan selebar 1 meter dan panjang sekitar 25 meter ini, peninggalan era penjajahan Belanda.
Namun, jembatan penghubungkan warga Desa Perning dan Desa Jetis ini kondisinya jauh dari layak. Struktur jembatan hanya ditopang penyangga besi baja, serta papan beton, tanpa pengaman di kedua sisi.
”Salah satu pengendara yang akan melewati jembatan ini harus mengalah, karena hanya dapat dilewati jalur searah,” imbuh dia. Terdapat celah hingga retakan pada papan beton jembatan tersebut karena dimakan usia.
Tidak adanya pengaman jembatan turut mengancam keselamatan para pengendara. Sehingga saat melintas, warga harus ekstra hati-hati dan waspada.
”Tak jarang para pengendara, seperti, anak sekolah, warga desa, hingga orang luar kota menjadi korban dari jembatan ini,” terang Heri. Dia mengungkapkan, selama ini, perbaikan jembatan oleh pemerintah desa sekadar mengganti beton.
Namun, setiap tahun papan beton tersebut kembali mengalami kerusakan. Sehingga dibutuhkan perawatan secara berkala. ”Jembatan ini dinilai ekstrem oleh warga. Jika tidak fokus ketika melintas, besar kemungkinan akan jatuh dan tercebur sungai,” papar Heri.
Dia mengaku sejauh ini warga menunggu bantuan untuk pembangunan jembatan yang lebih layak dan aman dari pemerintah daerah. ”Sebenarnya, ada akses lain dari pada jembatan ini. tetapi, kami harus menempuh jaraknya lebih jauh lagi,” kata Heri.
Meski demikian, karena jembatan tersebut dianggap sebagai akses penyeberangan utama, penghubung Dusun Wonoayu, Desa Jetis – Dusun Sidogede, Desa Perning, warga terpaksa tetap memanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari. Meski keselamatan mereka dibayangi kondisi jembatan yang tidak nyaman. (moch. khasib)
Editor : Moch. Chariris