Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kurangi Risiko Banjir di Kabupaten, Dinas PUPR Tuntas Normalisasi 24 Sungai

Khudori Aliandu • Rabu, 13 Desember 2023 | 20:51 WIB
KEMBALIKAN FUNGSI SUNGAI: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto menuntaskan normalisasi sungai dan saluran sepanjang 1.000 km selama 2023. (foto Khudori)
KEMBALIKAN FUNGSI SUNGAI: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto menuntaskan normalisasi sungai dan saluran sepanjang 1.000 km selama 2023. (foto Khudori)

RADARMOJOKERTO-JAWAPOS.COM - Normalisasi sungai menjadi fokus Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto sebagai langkah penanggulangan banjir saat musim penghujan. Hasilnya, 24 sungai dan saluran yang tersebar di 33 desa di Bumi Majapahit pun berhasil dituntaskan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Rois Arif Budiman menegaskan, di tengah banyaknya paket proyek pengerjaan bendung dan irigasi pertanian, pihaknya juga fokus melakukan normalisasi sungai dan saluran dalam satu tahun ini.

’’Tujuan normalisasi adalah mengembalikan dan atau mempertahankan penampang alami sungai/saluran sehingga dapat mengalirkan air dengan baik untuk mengurangi risiko banjir dan erosi,’’ ungkapnya.

Mulai Februari, kata Rois, dinas PUPR berhasil menuntaskan pengerukan sedimen di 24 sungai dan saluran. Menggunakan alat berat, pengerjaan dilakukan secara bertahap dan masih terus berlangsung hingga sekarang dengan kedalaman bervariasi mulai 1-5 meter.

’’Sampai saat ini sudah kita laksanakan normalisasi di 33 desa dan 24 sungai dan saluran dengan panjang 1000 kilometer lebih,’’ tegasnya.

Di antaranya, Afvour Wonoayu yang membentang di Kecamatan Gedeg dan Jetis dengan panjang 10 kilometer (km), lalu Saluran Kedunggempol, di Pungging dengan panjang 1,5 km, Saluran Pehngaron,di DESA Mojogeneng, Jatirejo sepanjang 1,3 km, dan saluran Pudaksari di Desa Gayam, Bangsal dengan panjang 1 km.

Normalisasi dengan panjang rata-rata 300-500 meter juga dilakukan di Saluran Penewon Desa Ngrowo, Bangsal, Afvour Candi Limo Di Desa Tawangsari, Trowulan, Sungai Gayam Di Desa Gebangmalang, Mojoanyar, Saluran Pendowo, Karangasem Di Desa Ngrowo, Bangsal. ’’Normalisasi ini adalah wujud pemda dalam rangka mengurangi dampak banjir,’’ tegasnya.

Pemda juga melakukan MoU dengan BBWS Brantas seiring kewenangan sungai yang ada di Kabupaten Mojokerto. Tujuannya, agar bisa berperan aktif untuk pemeliharaan sungai berupa normalisasi sungai/saluran. Dinas PUPR juga rutin berkoordinasi dengan pusat untuk usulan kegiatan pemeliharaan di sungai yang bersifat permanen yang dikerjakan oleh BBWS Brantas.

’’Hasil koordinasi dan usulan kita ke BBWS Brantas, alhamdulillah tahun ini juga direalisasi dengan ada kegiatan rehabilitasi tanggul sungai oleh BBWS Brantas sejumlah 11 titik. Baik berupa pasangan batu/beton maupun bronjong,’’ paparnya.

Editor : Moch. Chariris
#banjir #mojokerto #sungai