Tutup Got Jebol Dipasang Tong Sampah
KOTA – Kerusakan Jalan Empunala, Kota Mojokerto, semakin parah. Besi manhole penutup saluran got dipasangi pembatas tong sampah karena jebol.
Pantauan di lokasi kemarin (30/3), besi penutup got yang amblas berada di kawasan Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. Area lubang kontrol saluran air itu diberi penanda dengan dua tong sampah oleh warga karena kondisinya ambrol. ”Daripada ada yang terperosok,” kata Alfin, warga di sekitar lokasi.
Menurutnya, kerusakan manhole semakin parah sejak beberapa hari terakhir. Sebelumnya, posisi lempengan besi persegi itu sudah lebih rendah dari aspal jalan. Namun, karena diduga dilewati kendaraan berat, besi akhirnya semakin amblas dan jebol. ”Tidak kuat menahan beban,” imbuhnya.
Hampir seluruh tutup got di sepanjang Jalan Empunala ruas sisi selatan mengalami kerusakan serupa. Kondisinya yang muncul semenjak jalan selesai dibangun pada akhir 2022 silam itu diduga akibat ukuran lubang kontrol dan tutup got tidak sesuai. Akibatnya, lempengan besi gampang amblas meski berkali-kali diperbaiki.
Hingga kini, proyek yang menelan anggaran Rp 101 miliar dari dana pinjaman Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu belum lunas. Tahun ini, pemkot membayar cicilan utang sebesar Rp 25 miliar. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama lima tahun. Selain menyasar tutup got, aspal Jalan Empunala juga rusak sana-sini. Sejumlah titik jalan bergelombang dan sudah ditambal sulam.
Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Endah Supriyani dan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perakim Adhi Yudha Perwita tak merespons konfirmasi yang disampaikan Jawa Pos Radar Mojokerto terkait kerusakan berulang di Jalan Empunala.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo mengatakan, kondisi Jalan Empunala saat ini sudah lebih baik. Menurutnya, kerusakan muncul saat proyek baru selesai dikerjakan. ”Dan saat itu masih jadi tanggungan rekanan pelaksana untuk melakukan pemeliharaan,” tuturnya, kemarin (30/3).
Menurut politikus PDI Perjuangan itu, pembangunan jalan sepanjang 2,3 kilometer tersebut membawa dampak positif terhadap peningkatan ekonomi di sekitarnya. Terlebih ruas tersebut merupakan pintu masuk ke wilayah kota dari arah Surabaya. ”Kita melihatnya secara manfaat, sejak dibangun ekonomi di situ tumbuh,” ungkapnya. Mengenai biaya proyek yang masih dicicil, Santoso memilih tak berkomentar lantaran dirinya baru masuk DPRD sejak 2024. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah