Minggu, 21 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

430 Dokter Umum dan Perawat Dalami Emergency Management

23 Maret 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

430 Dokter Umum dan Perawat Dalami Emergency Management

DALAM rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-96 Nahdlatul Ulama (NU), Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah Mojokerto menggelar workshop kedokteran kemarin (22/3). Agenda ini sekaligus sebagai bentuk pasrtisipasi dalam peringatan World Kidney Day atau Hari Ginjal Sedunia.

Ketua panitia dr Lailatul Hikmah, mengatakan, workshop yang digelar di aula Gedung Al-Muawanah RSI Sakinah ini mengangkat tema Emergency Management & Daily Practice Update. Tujuannya, agar dapat memberikan update seputar pengetahuan terkait manajemen kegawatdaruratan dalam menangani pertolongan pertama yang tepat dan cepat, sesuai keilmuwan kedokteran terbaru.

”Di samping itu, RSI Sakinah ingin memberikan apresiasi kepada para dokter. Terutama, bagi general praktitioners atau dokter umum,” terangnya. Workhsop menyedot antusiasme tinggi dari para peserta. Acara itu dihadiri 430 dokter umum dari fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama maupun lanjutan.

Tak hanya dari Kabupaten/Kota Mojokerto, mereka juga datang dari luar kota di Jawa Timur (Jatim). Terdapat empat fokus topik yang disampaikan narasumber dokter spesialis. Antara lain, dr Dhani Tri Wahyu Nugroho, SpJP; dr Agus Sulistyo, SpOG (K); dr Abdul Haris Khoironi, SpA; dan dr Djohan Mahdy, SpOT.

Lailia berharap, seluruh materi yang disampaikan dalam workshop tersebut bisa menambah pengetahuan tentang penanganan pertama kasus emergency pada masing-masing bidang keahlian. ”Karena tema emergency management ini bisa diterapkan oleh semua dokter jaga. Harapannya, setelah ini bisa diparaktikkan dalam kegiatan sehari-hari,” tandas Medical Section Manager RSI Sakinah ini.

Di tengah para peserta, dr Dhani Tri Wahyu Nugroho, SpJP, menyampaikan tentang tes sederhana untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung melalui elektrokardiogram (EKG). Dia memaparkan bagaimana merekam jantung dan melakukan pembacaan dengan benar dan baik. Mulai dari yang kondisi normal sampai ada kelainan jantung.

Menurut Dhani, pengetahuan itu penting untuk dilakukan bagi tenaga medis faskes tingkat dasar. Mengingat, upaya itu guna mendeteksi kelainan secara dini menghindari risiko yang lebih berbahaya. ”Titik utamanya bagaimana teman-teman dokter melihat rekaman yang bisa mengancam jiwa dan segera memberikan terapi segera,” papar dokter spesialis jantung ini.

Sementara itu, dr Agus Sulistyo, SpOG (K) juga memberikan topik tentang managemen kedaruratan terkait hemorrhagic postpartum (HPP) atau pendarahan pasca persalinan. Menurut Agus, HPP adalah faktor tertinggi pada kasus kematian ibu saat melahirkan.

Untuk itu perlu, dosen Unair Surabaya ini mencatat perlu bagi dokter umum untuk bisa menangani kegawatdaruratan di faskes tingkat dasar. Tentunya dengan meng-update teknik-teknik penanganan sederhana yang terbaru.

Sehingga apabila pendarahan pasca persalinan, pasien sudah bisa tertangani dan mengurangi komplikasinya. ”Selain itu, dokter dapat merujuk pada saat yang tepat. Serta merujuk ke rumah sakit saat kondisi pasien tidak jelek,” imbuhnya. Di samping penyampaian materi, para peserta mendapat penjelasan melalui praktik langsung.

Workshop tersebut merupakan salah satu agenda dari serangkaian acara yang digelar dalam rangka memperingati Harlah Ke-93 NU yang diselenggarakan RSI Sakinah. Sedianya, mulai hari ini hingga Minggu (24/3) juga digelar seminar yang dipusatkan di Hotel Sun Palace, Trowulan, Mojokerto. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia