Jumat, 19 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kepergok dalam Kamar Kos, Pasangan Ini Ngaku Sudah Nikah Siri

17 Maret 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Satu pasangan kedapatan berada dalam kamar kos di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kec. Magersari, Jumat (15/3) malam.

Satu pasangan kedapatan berada dalam kamar kos di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kec. Magersari, Jumat (15/3) malam. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Patroli di lingkungan kos-kosan terus dilakukan Satpol PP Kota Mojokerto. Selain untuk menciptakan situasi perkotaan kondusif dari kenakalan remaja, juga untuk menekan tindak prostitusi terselubung.

Patroli dimulai pukul 22.00.Rombongan berangkat dari Kantor Satpol PP Kota Mojokerto, Jalan Bhayangkara langsung menuju sejumlah tempat kos di Kelurahan Meri. Di lokasi, satu persatu petugas mengetuk pintu kamar kos. Selain meminta penghuni menunjukkan identitas, mereka juga memeriksa setiap sudut kamar kos.

Meski tidak didapati pelanggaran harkamtibmas, imbuan pada penghuni tetap dilakukan. Khususnya tetap mewaspadai ancaman tindak kejahatan. ’’Kos-kosan kan juga jauh dari pantaun. Jadi, juga rawan ancaman kejahatan,’’ ungkap Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto, Hatta Amrullah.

Penyisiran kembali dilanjutkan ke Jalan Raya Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri. Satu per satu, penghuni kos diperiksa identitasnya. Pemeriksaan ini tak lain untuk mengantisipasi penyalagunaan tempat kos.

Alhasil, meski sebagian besar penghuninya adalah pasangan suami istri sah, petugas juga berhasil menjaring satu pasangan di luar nikah. ’’Keduanya tertangkap basah sedang berada di dalam kamar kos,’’ tegasnya.

Pasangan itu adalah Achmad Suprihadi, 59, warga Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jateng, dan Sulami A. Rochim, 53, warga Jalan RAAK Adi Negoro, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Mereka nampak terkejut setelah pintu kamarnya diketuk petugas.

Bahkan, keduanya sempat bersembunyi di balik almari, saat melihat kamera sejumlah media. ’’Setelah diminta menunjukkan surat nikah, mereka tidak bisa,’’ tambah Hatta. Pasangan itu lantas dilakukan pendataan di kantor satpol PP untuk proses pembinaan. ’’Saat kami kroscek KTP-nya, status keduanya kawin,’’ tegasnya.

Sesuai aturan, mereka akan dimintai keterangan lebih lanjut di kantor. ’’Tapi, bisa jadi begitu (pasangan selingkuh,Red),’’ jelasnya. Namun, jika keduanya bukan pasangan sah, akan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi. ’’Bahkan, sebagai efek jera, bisa juga kita datangkan dari kedua pihak keluarga,’’ bebernya.

Hatta menegaskan, patroli dengan sasaran kos-kosan ini lantaran tempat-tempat tersebut rawan disalahgunakan. Baik dijadikan lokasi muda-mudi melanggar norma atau tempat prostitusi. ’’Karena komitmen pemerintah, adalah menciptakan kota bebas dari praktik prostitusi,’’ tandasnya.

Sementara itu, Achmad Suprihadi mengaku sudah satu tahun ini indekos di tempat tersebut bersama pasangannya. ’’Ini istri sirih saya,’’ katanya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia