Jumat, 19 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Askab PSSI Hanya Rekomendasi Tujuh Pemain

16 Maret 2019, 23: 55: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Skuad tim Porprov Kabupaten Mojokerto menggelar pemantapan tim terakhir sebelum turun di babak penyisihan Porprov awal bulan kemarin.

Skuad tim Porprov Kabupaten Mojokerto menggelar pemantapan tim terakhir sebelum turun di babak penyisihan Porprov awal bulan kemarin. (Askab PSSI Mojokerto for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Janji Askab PSSI Mojokerto dalam mempertahankan skuad tim sepak bola porprov Kabupaten Mojokerto rupanya belum bisa berlangsung dalam waktu dekat.

Selain masih menunggu keputusan resmi pengurus soal keikutsertaan Mojokerto FC di Liga 3, tim yang diarsiteki Nono Srihartowo itu juga sedang menjalani masa libur usai bertarung keras di babak penyisihan porprov awal bulan kemarin.

Sehingga program latihan hanya bersifat tentatif tanpa ada jadwal atau agenda teratur seperti saat proses pembentukan tim porprov beberapa waktu lalu. Tidak hanya itu, keutuhan tim yang terbentuk sejak November 2018 tersebut rupanya juga tidak akan sekomplit saat turun di babak kualifikasi porprov.

Pasalnya, tim pelatih berencana hanya akan mempertahankan 6 sampai 7 pemain saja yang akan memperkuat Mojokerto FC. Jumlah tersebut dinilai sangat realistis, mengingat kualitas dan kapasitas sebagian besar pemain yang belum bisa bersaing di level kompetisi resmi.

’’Kalau untuk latihan, semuanya bisa ikut latihan. Tapi, kalau soal jumlah pemain yang akan diikutkan di Liga 3, kemungkinan hanya 7 pemain saja yang kualitasnya lumayan,’’ ungkap Nono Srihartowo, pelatih tim porprov.

Rencana tersebut bukannya tanpa alasan. Selain persoalan kualitas pemain yang di bawah standar Liga 3, Nono juga menilai masih banyak pemain asal Mojokerto yang punya kualitas lebih unggul dibanding anak asuhnya di porprov. Namun, belum sempat direkrut atau dikontrak Askab PSSI Mojokerto untuk memperkuat Mojokerto FC di Liga 3.

Hal ini yang menjadi peluang bagi dirinya menarik mereka untuk bisa menjadi bagian dari tim Mojokerto FC. Sehingga performa tim asuhannya nanti bisa lebih optimal lagi ketimbang saat turun di porprov lalu.

’’Masih ada beberapa bekas pemain Perserui U-19 yang kemarin tidak bisa gabung di porprov, karena status semiprofesionalnya. Mereka bisa kita tarik sebagai penggawa inti karena kualitasnya sudah tidak diragukan. Belum lagi pemain lain yang dulunya pernah memperkuat tim di Liga 2,’’ tambahnya.

Kendati demikian, Nono belum bisa memastikan rencananya itu bisa terealisasi dalam waktu dekat. Semua keputusan masih harus menunggu hasil pembahasan dari pengurus Askab PSSI sebagai induk klub internal, termasuk Mojokerto FC.

Dirinya juga tak terlalu bingung dalam menentukan komposisi tim lantaran waktu persiapan yang masih panjang. Di mana, Liga 3 biasanya akan diputar setelah Liga 1 dan liga 2 bergulir. Sampai saat ini, dua level kompetisi itu belum bergulir secara resmi.

’’Biasanya kan setelah Liga 1 dan liga 2. Nah, tahun ini katanya kompetisi bisa diputar setelah pemilu. Ya, secara waktu persiapan memang masih panjang. Tapi, kita tetap akan manfaatkan waktu sebisa mungkin untuk latihan bertama. Minimal seminggu sekali,’’ tandasnya. (far/ris)

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia