Jumat, 19 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Anang Iskandar Diisukan Ikut Terjaring OTT KPK Bersama Ketua Umum PPP

16 Maret 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Rambo Garudo, putra Anang Iskandar, melakukan percakapan menggunakan video call dengan ayahnya.

Rambo Garudo, putra Anang Iskandar, melakukan percakapan menggunakan video call dengan ayahnya. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Komjen Pol (purn) Anang Iskandar dikabarkan ikut terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersamaan dengan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Namun, kabar ini langsung dibantah keluarganya.

Rambo Garudo, putra Anang Iskandar, mengaku terkejut dengan munculnya kabar yang diterima melalui ponselnya. Dalam berita online itu menceritakan, jika seorang purnawirawan berinisial AI, turut ditangkap KPK di Hotel Bumi City Resort, Surabaya. ’’Itu kabar hoax,’’ ungkapnya.

Dikatakan Direktur RS Kamar Medika, Kota Mojokerto ini, saat OTT KPK di Surabaya, bapaknya tengah berada di Dapil VI untuk melakukan kampanye. ’’Bapak ada di dapil. Tidak di Surabaya,’’ imbuh Rambo.

Sehari sebelumnya, kata Rambo, Romy memang dikabarkan tengah berada di Dapil VI. Melakukan konsolidasi dengan sejumlah caleg yang diusung oleh partai berlambang Kakbah tersebut. Namun, ia tak mengetahui sejak kapan Romy bergeser ke Surabaya.

Rambo mengaku, keluarganya sangat mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. Tidak tebang pilih dalam membersihkan praktik-praktik haram tersebut.

Untuk menguatkan bantahan itu, Rambo pun langsung mengontak Anang Iskandar melalui video call. Dalam percakapannya, Anang yang menggunakan kopiah hitam dan baju koko warna putih itu, justru tertawa lebar atas kabar burung itu.

’’Saya tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi. Saya sudah pensiunan. Kenapa saya berhubungan dengan kasus korupsi?’’ katanya. Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini, mengaku, ia tak memiliki hubungan apa pun dengan kasus yang kini ditangani KPK tersebut.

Bahkan, ia tak memahami kasus yang menjerat Ketua Umum PPP Romy. Saat peristiwa berlangsung, ia sedang berada di rumahnya dan tengah konsentrasi dalam pencalonannya sebagai anggota DPR RI di wilayah Blitar, Kediri, dan Tulungagung. ’’Saya sedang di rumah. Di dapil,’’ jelas purnawirawan bintang tiga itu.

Terkait dengan informasi atas penangkapannya itu, Anang memprediksi jika kabar itu sengaja diembuskan karena unsur politis. Apalagi, sejak pensiun, ia mulai terjun ke dunia politik. ’’Itu proses politik. Mungkin menyangkut-nyangkutkan. Karena kental sekali unsur politiknya,’’ prediksinya.

Seperti diketahui, Ketum PPP Romahurmuziy ditangkap KPK di Surabaya. Operasi yang didampingi petuas dari Polda Jatim tersebut, melanjutkan penelusuran dan berujung penangkapan terhadap lima orang di sebuah Hotel di kawasan Basuki Rahmat, Surabaya. Satu di antaranya, dikabarkan berinisial AI. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia