Jumat, 19 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Cetak KTP Palsu, Mengaku Anggota BIN untuk Tipu Kekasih

16 Maret 2019, 17: 37: 06 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tersangka saat diamankan di Mapolres Mojokerto.

Tersangka saat diamankan di Mapolres Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Satreskrim Polres Mojokerto membongkar pelaku pembuatan KTP palsu. Kedua pelaku yang kini berstatus tersangka tersebut langsung ditahan Jumat (15/3).

Masing-masing Aries Ristanto, 25, warga Dusun Patung, Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, dan Yosi Indah Diarto, 45, warga Dusun Bogosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Dari tangan tersangka petugas menyita lima KTP palsu dan printer sebagai alat membuatnya.

Tak hanya itu, pelaku juga melakukan kejahatan penipuan dan atau penggelapan. Bahkan, mereka mengaku sebagai anggota kepolisian yang bertugas pada BIN. Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M. Solikhin Fery, menjelaskan, terungkapnya pemalsuan KTP ini berawal dari laporan Yuyun, warga Dusun Tambaksuruh, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri.

Tersangka saat diamankan di Mapolres Mojokerto.

Tersangka saat diamankan di Mapolres Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

Dia yang kini berstatus mantan kekasih pelaku Aries menjadi korban penipuan mereka. ’’Uang Rp 8 juta milik korban diembat pelaku,’’ katanya. Penipuan itu terjadi pada Rabu (20/2). Saat itu, pelaku meminjam uang Rp 8 juta kepada korban. Karena sudah saling kenal dan berpacaran dengan mudah korban memberikan pinjaman. ’’Dalihnya, uang itu akan dipakai DP membeli mobil,’’ tegasnya.

Nahas, seiring berjalannya waktu, uang tersebut dihabiskan pelaku.Peristiwa itu membuat Yayuk merasa ditipuhingga akhirnya melaporkan pacarnya ke Mapolres Mojokerto atas kasus penipuan dan penggelapan. Rabu (13/3) sekitar pukul 15.00 petugas langsung bergerak menangkap pelaku di rumah kosnya di Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari.

Nah, untuk melancarkan aksinya, saat berkenalan dan menjadikan korban sebagai pacar, pelaku mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di BIN. ’’Jadi, korban percaya saja. Apalagi tampangnya juga meyakinkan,’’ tegasnya. Tidak ada perlawanan dalam penangkapan itu. Selain melakukan tindak pidana penipuan, pelaku juga membuat KTP palsu. Hal itu dikuatkan dengan barang bukti KTP dan printer yang ditemukan dalam rumah kos pelaku.

’’Ada lima KTP yang dipalsukan. KTP ini akan dibuat mengajukan kredit ke finance,’’ tuturnya. Beruntung, belum sempat digunakan melakukan penipuan, aksinya keburu terbongkar. Sejumlah barang bukti diamankan polisi. Di antaranya, printer merek HP warna putih, dua handphone, cuter dan gunting kecil, flashdisk, serta struk pengambilan uang dari ATM Bank Panin Rp 2,5 juta.

’’Sekarang kami masih mengembangkan kedua tersangka. Termasuk motifnya,’’ tandas Fery. Keduanya tersangka dijerat pasal 378 subsider 372 juncto 263 KUHP tentang Penipuan. Dengan ancaman hukuman sekitar 5 tahun. (ori/ris)

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia