Jumat, 19 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dikenal Keluarga Tertutup, Jual Rumah Diduga demi "Kiamat Sudah Dekat"

15 Maret 2019, 18: 34: 32 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kades Klinterejo Zainal Abidin menujukkan foto pernikahan Zainuddin dan Hanik Masruroh.

Kades Klinterejo Zainal Abidin menujukkan foto pernikahan Zainuddin dan Hanik Masruroh. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Sejumlah keluarga di Mojokerto menjual rumah dan hartanya, lalu berpindah ke sebuah pondok pesantren di wilayah Kasembon, Kabupaten Malang. Salah satunya dilakukan keluarga Zainuddin, warga Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Ia mengajak istrinya, Hanik Masruroh, 40, dan keempat anaknya. Mereka kemudian meninggalkan kampung halaman dua pekan lalu. Kepergian satu keluarga ini diketahui sejak Rabu (27/2). ’’Pamitnya mau istighotsah ke Kasembon, Malang,’’ ungkap orang tua angkat Hanik Masruroh, Nurhayat, 66, saat ditemuai radarmojokerto.id di rumahnya Jumat (15/3) siang.

Nurhayat belum mengetahui rencana kepergian anaknya itu. Hanya saja, ada indikasi, Zainuddin turut memiliki pandangan, bahwa kiamat sudah dekat. Kendati Nurhayat sampai sekarang belum mengetahui persis di balik rencana menantu dan keluarga meninggalkan rumah. ’’Yang jelas pamitnya, mau istighotsah. Masak mau ngaji dilarang,’’ tambahnya.

Selain itu, belakangan diketahui di pesantren tersebut anak pertamanya tersebut dipondokkan. ’’Saya cuma bilang, iya tapi cepat pulang,’’ tuturnya. Hingga kini, Zainuddin dan keluarga belum juga kembali. Padahal, sebelumnya mereka berjanji akan pulang pada Minggu (3/3).

Sekarang Nurhayat dan keluarga pun mencemaskan mereka. Apalagi, setelah mengetahui Zainuddin telah menjual rumahnya kepada pamannya sendiri, Hamim, 50. Rumah itu dijual seharga Rp 35 juta sebelum mereka pergi. ’’Saya lihat barang-barang dalam rumah juga sudah dibawa semua ke Malang,’’ bebernya.

Kepala Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko Zainal Abidin tak menampik kabar yang dialami warganya tersebut. Ia mengaku sudah mendengar Zainuddin bersama keluarganya meninggalkan desa dan menuju sebuah pesantren di kawasan Kasembon, Kabupaten Mojokerto. "Dua minggu lalu mereka memang sudah pergi. Malah, rumahnya juga sudah dijual," katanya. 

Pemerintah desa belum mengetahui persis apa tujuan Zainuddin mengajak ke Malang tersebut. Akan tetapi, dari informasi yang diterimanya, pandangan kiamat sudah dekat yang membawa mereka harus meninggalkan desa. "Setahu kami selama ini Zainuddin dan keluarganya memang tertutup. Makanya, kalau penyebabnya karena meyakini kiamat sudah dekat, ya mungkin saja ada indikasi ke arah sana," paparnya.  

Merasa ditinggal anak dan cucunya tanpa pamit membuat Nurhayat dan keluarga di Desa Klinterejo selalu dirudung kecemasan. ’’Yang berangkat enam orang. Zainuddin (menantu), Hanik Masruroh (anak angkat), dan empat cucu saya,’’ tuturnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia