Minggu, 21 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Berikut Pengakuan Nasabah BRI yang Saldonya Mendadak Terkuras

13 Maret 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Suhartoyo, pemilik rekening BRI yang saldonya mendadak berkurang.

Suhartoyo, pemilik rekening BRI yang saldonya mendadak berkurang. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Tabungan Suhartoyo lenyap. Dari saldo Rp 67 juta, nasabah BRI itu hanya mendapati Rp 2 juta. Semua itu bermula dari adanya penelepon yang menjanjikan pulsa. Tak sedikit, mencapai Rp 500 ribu.

Meskipun, semua itu hanya janji. Pulsa senilai Rp 500 ribu tak didapat, tabungannya justru terkuras. ’’Ngakunya orang BRI. Dan tanya-tanya saja. Lalu saya disuruh tanda tangan,’’ ungkap Suhartoyo, nasabah BRI yang tabungannya lenyap, kemarin. Dia mengaku didatangi orang dari BRI di rumahnya Dusun Ngepung, Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg.

Namun, kedatangan orang-orang itu bukan untuk memberi kabar baik atau mengembalikan tabungannya yang lenyap pertengahan Januari lalu. Melainkan, sekadar memperjelas kronologi hilangnya saldo sebesar Rp 65 juta di tabungannya itu.

Semua itu diceritakan duda 59 tahun ini kepada radarmojokerto.id. Menurutnya, sejumlah orang mendatangi kediamannya, pada Senin (11/3) malam. Keesokan harinya, Hartoyo mendatangi kantor BRI unit Gedeg.

Ia mendadak khawatir setelah sejumlah tetangganya mempertanyakan perihal isi surat yang telah ditandatanganinya itu. ’’Ternyata, hanya mempertegas laporan yang pernah saya laporkan,’’ katanya.

Laporan yang dilayangkan 19 Januari itu, ditegaskan Hartoyo, berbeda dengan fakta yang dirasakan. Karena, dalam laporan itu, Hartoyo seolah-olah telah membongkar kode rahasia token ke seorang penelepon yang mengaku sebagai pegawai BRI.

Jangankan untuk menyebar nomor token. Sekadar membaca isi SMS saja, Hartoyo mengaku, sudah tak mampu melihat dengan jelas. ’’Mata saya sudah buram. Sulit membaca SMS. Untuk nomor token saja, saya tidak tahu,’’ ujarnya.

Hartoyo kembali menegaskan, jika uang hasil menjual sapi dan hewan peliharaannya yang hilang setelah disimpan di BRI, bukan karena kesalahannya. Penelepon yang sebelumnya menjanjikan memberi hadiah berupa pulsa Rp 500 ribu, seingatnya juga tak pernah meminta kode token atau semacamnya.

Yang masih terngiang di telinganya, hanya janji penelepon yang akan memberikan pulsa cuma-cuma tanpa biaya administrasi apa pun. Meski akhirnya, tabungan miliknya lenyap dalam waktu sangat singkat.

Hilangnya tabungan duda sebatangkara ini, terindikasi disebabkan oleh transaksi online. Namun, kecurigaan itu mendadak lenyap lantaran Hartoyo tak memiliki perangkat yang mumpuni. Ponsel yang selalu dibawanya juga tak mendukung koneksi internet. ’’Saya juga tidak bisa internet. Apalagi belanja online,’’ tambahnya.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia