Minggu, 21 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Jatim Open Jadi Ajang Test Case

08 Maret 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pelatih atletik berkoordinasi untuk meningkatkan kualitas sprinter Kabupaten Mojokerto di lintasan Stadion Gajah Mada Mojosari.

Pelatih atletik berkoordinasi untuk meningkatkan kualitas sprinter Kabupaten Mojokerto di lintasan Stadion Gajah Mada Mojosari. (Askab PASI for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Masa persiapan yang tinggal beberapa bulan lagi cukup menyibukan sebagian besar cabor dalam membentuk komposisi tim maupun meningkatkan kualitas atlet yang akan diturunkan di Porprov Jatim 2019.

Termasuk cabor atletik Kabupaten Mojokerto yang baru memulai program latihan sejak seminggu terakhir. Bahkan, konsentrasi 15 sprinter kini semakin berlipat manakala dua event bakal mereka hadapi sekaligus.

Yakni, Jatim Open yang akan digelar akhir Maret nanti atau sebelum porprov yang berlangsung Juli nanti. Kondisi ini yang memaksa Pengkab PASI Mojokerto bekerja ekstra keras dalam menggenjot kualitas sprinter sesuai catatan waktu yang ditarget.

’’Kalau nggak salah 28 sampai 31 Maret kita akan turun di Jatim Open di Gresik. Rencananya kita akan kirim sepuluh atlet,’’ tutur Bambang Risdianto, pelatih sekaligus sekretaris Pengkab PASI Mojokerto.

Bambang memang tidak akan menurunkan semua sprinter binaannya di ajang tahunan itu. Pasalnya, beberapa sprinter masih terkendala jadwal lain yang tak bisa ditinggal. Yakni, UASBN sebagai kewajiban terakhir para sprinter yang masih menempuh studi di jenjang SMA/SMK.

Ada 6 atlet yang masih harus menjalani UASBN dan satu atlet lain yang masih menempuh perkuliahan di Malang. Mereka pun terpaksa absen sementara dari program latihan agar konsentrasi belajarnya tidak terpecah.

’’Satu kuliah di Malang, dan enam lainnya persiapan ujian kelas XII SMA. Kita liburkan mereka dari latihan selama seminggu ke depan,’’ tambahnya. Namun demikian, kondisi itu tak mengurangi niat dan ambisi PASI dalam persaingannya di Jatim Open nanti.

Sebab, beberapa sprinter senior kelas nasional siap diturunkan. Di antaranya Rozikin yang akan turun di nomor lari estafet, Narta yang turun di nomor tolak peluru, serta Yulianingsih yang akan bersaing di nomor lari jarak jauh 8 km.

Sedangkan 7 slot sprinter lainnya adalah atlet yang akan turun di porprov nanti. Di mana, Jatim Open nanti sekaligus menjadi bahan pemanasan serta test case mereka sebelum turun di porprov.

’’Mereka tetap akan kita turunkan, meskipun banyak yang sedang menghadapi ujian akhir. Sangat disayangkan kalau Jatim Open harus dilewati,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia