Jumat, 19 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Bawaslu Pastikan 18 WNA di Kota Mojokerto Tak Masuk DPT

08 Maret 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warna dan bentuk KTP Elektronik yang dikantongi WNA tak dibedakan dengan WNI.

Warna dan bentuk KTP Elektronik yang dikantongi WNA tak dibedakan dengan WNI. (Rizal Amrulloh/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Sebanyak 18 warga negara asing (WNA) yang mengantongi KTP elektronik (e-KTP) di Kota Mojokerto, dipastikan tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Kepastian itu setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan sinkronisasi data atas temuan tersebut. Hal itu ditegaskan Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Absor, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Dia mengatakan, bawaslu langsung melakukan pemadanan data terhadap 18 WNA yang berasal dari 6 negara itu.

’’Kita cek secara detail. Mulai dari NIK (Nomor Induk Kependudukan) hingga data-data lain seperti NKK (Nomor Kartu Keluarga),’’ katanya. Namun, bawaslu tak menemukan satu pun nama yang masuk dalam DPT. Pun demikian dengan DPK. ’’Tidak ada. Semua nama sudah kita teliti satu per satu,’’ tambah Ulil.

DPK merupakan kategori pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan DPTb (Datar Pemilih Tambahan), namun memenuhi syarat sebagai Pemilih. Pada saat pemungutan suara, pemilih yang masuk kategori DPK dapat menggunakan hak pilihnya hanya dengan menunjukkan e-KTP.

Data yang ditemukan bawaslu itu, tak sekadar diklarifikasi melalui DPT dan DPK. Ulil menegaskan, bawaslu akan turun langsung dan melakukan kroscek terhadap pemegang KTP elektronik tersebut.

Karena, meskipun saat ini sudah dipastikan tak masuk dalam DPT dan DPK, namun mantan aktivis mahasiswa ini masih khawatir jika warga negara Italia, China, Singapura, Jepang, Jerman, hingga Timor Leste tersebut masih bisa melakukan pencoblosan saat 17 April nanti.

Alasannya, pendataan terhadap DPK masih terbuka lebar hingga hari H. Untuk itu, ia mewanti-wanti KPU hingga KPPS lebih jeli dalam memahami polemik tersebut. ’’Terutama, harus jeli melihat identitas kewarganegaraan,’’ tegasnya.

Sebelumnya, di Kabupaten Mojokerto, juga menemukan 19 WNA telah mengantongi e-KTP. Namun, bawaslu dan KPU sudah memastikan, jika mereka tak memiliki hak partisipasi saat pencoblosan, 17 April nanti. 19 WNA itu mereka berasal dari tiga negara. Yakni China sebanyak 6 orang, Jerman 2 orang, dan asal Taiwan sebanyak 11 orang. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia