Kamis, 25 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Wow! 95 Desa Digerojok BK Desa Senilai Rp 40 Miliar

06 Maret 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jawapos.com for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Pemkab Mojokerto kembali mengalokasikan anggaran bantuan keuangan (BK) desa senilai puluhan miliar ke sejumlah desa di tahun 2019. Kali ini, totalnya mencapai Rp 40,4 miliar.

Bantuan tersebut akan dibagi ke 95 desa yang tersebar 18 kecamatan. Infrastuktur menjadi fokus utama garapan. Di mana, sektor wisata, perbaikan lingkungan hingga agropolitan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di desa-desa penerima bantuan.

’’Total BK desa tahun ini sekitar Rp 40,4 miliar. Masih tetap sama seperti yang dulu, untuk jalan lingkungan, jalan usaha tani, balai desa, sama pengembangan potensi wisata,’’ tutur Rinaldi Rizal Sabirin, Kabag Pembangunan Setdakab Mojokerto.

Namun, dari jumlah itu, nominal yang diterima masing-masing desa justru tak sebanding jika diukur dari jumlah alokasi bantuan 2018 lalu. Di mana, ada penurunan alokasi anggaran sebesar Rp 10 miliar. Namun, jumlah desa penerima justru meningkat sebanyak 36 desa.

Sehingga jika di rata-rata, per desa hanya menerima tak kurang dari Rp 300 juta sampai Rp 700 juta di tahun ini. Rinaldi menyatakan, penggunaan bantuan-bantuan yang digelontorkan pemkab tahun ini harus sesuai dan tepat sasaran usulan. Seperti usulan yang diajukan masing-masing desa.

Khususnya kepada tiga desa yang mendapat atensi utama dengan alokasi BK desa paling besar. Yakni, Desa Petak, Kecamatan Pacet senilai Rp 1 Miliar; Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Rp 2,75 Miliar, dan Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan Rp 1,2 Miliar.

Ketiganya diatensi setelah menimbang tingkat kebutuhan masing-masing. Seperti untuk pengembangan dan penyelesaian pasar wisata, pembangunan pagar Majapahitan, serta penambahan fasilitas agrowisata. ’’Untuk melengkapi pembangunan pasar wisata di Desa Petak yang ditarget selesai tahun ini.

Lalu, untuk membangun pagar Majapahitan di Desa Tawangsari (Trowulan) karena tahun ini akan ada pelebaran jalan. Serta penambahan fasilitas. Seperti pelebaran jalan, pasar wisata sampai pujasera di wisata Lembah Benciran, Desa Kebontunggul,’’ tambahnya.

Tak melupakan di desa lain, BK desa juga diharapkan mampu meningkatkan tingkat perekonomian warga. Di mana, penggunaannya bisa dipakai untuk pembangunan jalan usaha tani (JUT), jalan lingkungan, hingga peningkatan infrastruktur lainnya.

Sehingga memudahkan warga untuk beraktivitas dan mencari sumber kehidupan sehari-hari.  ’’Tapi, yang lain, seperti Desa Penanggungan, Sajen, dan Ketapanrame, JUT-nya itu bisa memunculkan potensi wisata. Kalau dibangun, indahnya bukan main. Dan itu bisa dikembangkan untuk agropolitan,’’ paparnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia