Rabu, 20 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Cabor Sepatu Roda Ditantang Ketatnya Kompetisi

19 Februari 2019, 23: 55: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Atlet sepatu roda Kota Mojokerto berlatih serius sebelum turun di Kejurprov Junior Jatim di Tulungagung, 17 Maret nanti.

Atlet sepatu roda Kota Mojokerto berlatih serius sebelum turun di Kejurprov Junior Jatim di Tulungagung, 17 Maret nanti. (dokumen radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Kerja keras terus ditunjukkan cabor sepatu roda Kota Mojokerto di awal-awal pembinaan tahun 2019. Kali ini, para atlet sepatu roda kembali ditantang dengan ketatnya kompetisi yang mulai bergulir bulan depan.

Salah satunya Kejurprov Jatim sebagai ajang resmi tahunan. Ajang tersebut sekaligus menjadi pembuktian dan pemanasan para atlet Kota Onde-Onde sebelum turun pertama kali di Porprov Jatim 2019 nanti.

Di kejurprov yang berlangsung 17 Maret itu, Pengkot Porserosi Mojokerto bakal menurunkan setidaknya 11 atlet. Mereka akan bertarung di 5 nomor dan kelas yang berbeda. Mulai dari kelas junior dengan tiga nomor, yakni speed 500 meter, 100 meter dan juga individual time trial (ITT) 300 meter.

Di kelas itu, Porserosi bakal menurunkan 4 atlet. Lalu, di kelas pemula dan stand, Porserosi bakal menurunkan 7 atlet. Pelatih Porserosi Kota Mojokerto Toha Saputra, mengatakan, Kejurprov kali ini menjadi ajang pemanasan atlet sebelum turun di porprov.

Di mana, 4 atlet dituntut mampu memaksimalkan kualitas skill-nya untuk bisa merebut medali. Farelino, Gita Widodo, Ardan, serta Intan dinilai mampu bersaing setelah menjalani pembinaan selama dua tahun terakhir. Sehingga tuntutan medali menjadi hal yang wajib demi meningkatkan gengsi daerah.

’’Sebenarnya kita bisa ikut 12 atlet. Tapi, karena terbentur ujian sekolah, jadi satu atlet di kelas pemula dan stand terpaksa absen dulu,’’ ungkapnya. Toha tak mengelak jika persaingan di kejurprov nanti bakal semakin sengit. Sebab, hampir semua daerah memakai ajang tersebut untuk test case atlet sebelum turun di porprov.

Sehingga semua daerah bakal menurunkan skuad terbaiknya. Hal itu tak lepas dari regulasi cabor sepatu roda yang tak menggulirkan babak kualifikasi atau pra-porprov untuk bisa lolos ke babak utama. Hanya saja, jumlah nomor dan kelas yang dipertandingkan di porprov keenam itu tidak sebanyak seperti kejurprov.

Yakni, hanya mempertandingkan kelas junior baik di nomor speed maupun ITT. Nah, kondisi ini yang membuat Porserosi daerah selektif dalam memberangkatkan atletnya. Sehingga kualitas atlet benar-benar diperhatikan sesuai target yang dibebankan.

’’Sekarang ini saya sedang menekankan anak-anak pada latihan fisik dengan jogging. Dan juga keseimbangan agar ayunan mereka semakin kencang. Anak-anak tetap kami targetkan medali, minimal bisa perak dan perunggu,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia