Minggu, 21 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Madrasah Urunan Donasi untuk Sekolah Ambruk, Terkumpul Rp 77,3 Juta

14 Februari 2019, 15: 57: 42 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kemenag Kabupaten Mojokerto menyerahkan hasil donasi kepada MTs Bahrul Ulum.

Kemenag Kabupaten Mojokerto menyerahkan hasil donasi kepada MTs Bahrul Ulum. (Muh. Ramli/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Ambruknya kelas Vll Madrasah Tsanawiyah (MTs), Bahrul Ulum, Dusun Warugunung Lor, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Jumat (8/2) lalu mendapat simpati dari kalangan madrasah se-Kabupaten Mojokerto.

Mereka lantas menggalang dana untuk membantu biaya rehabilitasi ruang kegiatan belajar mengajar (KBM) yang ambruk. Penggalangan dana ini dilakukan lembaga dari tingkat RA hingga Madrasah Aliyah (MA) di bawah naungan Kemenag Kabupaten Mojokerto.

”Alhamdulillah, semua madrasah di kabupaten kompak. Setelah dikumpulkan terhitung mendapatkan Rp 77,3 juta lebih,’’ kata Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Zainut Tamam kemarin (13/8). Donasi tersebut lantas dikumpulkan melalui Kemenag lalu diserahkan kepada MTs Bahrul Ulum.

Zainut Tamam, menjelaskan, donasi yang telah diberikan diharapkan dapat membantu proses rehabilitasi gedung yang ambruk. Dengan membangun gedung baru yang lebih representatif dan nyaman bagi para siswa. ”Tapi, perhitungan kami, donasi itu sudah cukup. Apalagi kan sudah banyak yang memberikan donasi juga,’’ tambahnya.

Selain itu, untuk ujian sekolah berbasis nasional (USBN) dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Tamam meyakinkan akan tetap berjalan sesuai rencana. Pasalnya, ambruknya kelas Vll MTs Bahrul Ulum tersebut tidak berdampak terhadap pelaksanaan USBN dan UNBK.

Apalagi, tahun ini, kata Tamam, MTs Bahrul Ulum sudah bisa menggelar ujian secara mandiri. ”Iya, karena sudah memenuhi syarat. Komputer dan ruangan sudah memenuhi,’’ jelasnya. Dengan demikian, Kemenag mengimbau MTs Bahrul agar dapat mempercepat pembangunan gedung. Sehingga para siswa dapat kembali mengikuti KBM dengan nyaman dan aman seperti semula.

”Pantaun kami kemarin, sekarang murid-muridnya belajar di musala, dan ada yang di teras MI. Khawatirnya tidak fokus belajar,” pungkasnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia