Kamis, 25 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Jalan Bypass Rusak dan Berlubang Hanya Ditambal Sulam

31 Januari 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas BBPJN melakukan perbaikan jalan menggunakan sistem tambal sulam di Jalan Raya Bypass, Desa Kenanten, Kecamatan Puri.

Petugas BBPJN melakukan perbaikan jalan menggunakan sistem tambal sulam di Jalan Raya Bypass, Desa Kenanten, Kecamatan Puri. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Banyaknya jalan berlubang di sepanjang Jalan Raya Bypass Mojokerto disikapi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII.

Mereka mengklaim, jalan rusak dan berlubang sudah dilakukan perbaikan. ’’Sekarang sudah kita laksanakan untuk ditangani,’’ kata petugas BBPJN, Adi Swito kemarin.

Menurut Adi, sejak menjadi perbincangan di tengah masyarakat pihaknya sudah langsung melakukan penanganan perbaikan dengan menambal jalan rusak atau berlubang menggunakan aspal. ’’Sudah dikerjakan sama tim,’’ tambahnya.

Pantauan radarmojokerto.id di lapangan, tambal sulam jalan ini nampak belum menyeluruh dilakukan. Sehingga di sepanjang jalan trans nasional ini masih ditemukan jalan berlubang dengan kedalaman dan lebar bervariasi.

Kondisi tersebut salah satunya nampak di area jalan raya bypass Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Di dua jalur tersebut nampak masih ditemukan sejumlah jalan berlubang dan bergelombang.

Di sejumlah ruas jalan seperti di area Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST) juga tidak sedikit lubang menganga dan membahayakan pengguna jalan. Sayangnya, hingga kemarin belum dilakukan perbaikan atau tambal sulam. ’’Paling nunggu korban terjatuh meninggal. Baru didandani (diperbaiki, Red),’’ sesal Putra salah satu warga.

Sehingga kondisi ini dinilai mengancam keselamatan bagi pengguna jalan. Selain rawan terjadi kecelakaan, jalan berlubang terdapat di badan jalan kerap membuat velg ban sepeda motor pecah. ’’Khususnya bagi mereka yang tidak hafal medan. Jika tidak hati hati pasti terperosok hingga berakibat kecalakaan,’’ katanya.

Seperti yang terjadi pada dua hari lalu. Seorang pengendara motor celaka akibat motornya terperosok lubang di depan Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto. Meski tidak memakan korban jiwa, kondisi itu mengakibatkan pengendara perempuan ini mengalami patah tulang tangan kiri.

Setelah tubuhnya jatuh dan terpental. ’’Korban warga Tulungagung mau berangkat kerja ke Surabaya,’’ tambah Koko warga lainnya.Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Bobby M. Zulfikar mengimbau bagi siapaun yang mengalami kecelakaan akibat terperosok jalan berlubang di sepanjang jalan bypass agar melaporkan ke polisi.

Selain sebagai data, jika terbukti pihaknya mengancam memperkarakan dengan melakukan penyelidikan kepada pihak-pihak terkait. ’’Bahkan, kalau terbukti, akan kami jadikan tersangka siapa yang bertanggung jawab,’’ tegasnya.

Menurut Bobby, langkah itu menjadi pilihan final kepolisian jika laporan dan dorangan petugas terhadap pihak berwenang untuk melakukan perbaikan terkesan diabaikan.

’’Laporan sudah kita lakukan lengkap kita sertai foto. Berulang kali juga sudah kita surati. Kalau memang ada yang menjadi korban kecelakaan akibat jalan berlubang, laporkan saja pada kami. Jika dalam penyelidikan nanti terbukti (melanggar, Red) pasti kita tindak,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia