Kamis, 25 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Banyak Tanggul Kali Sadar dalam Posisi Menggantung

24 Januari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wawali Achmad Zakaria bersama satpol PP membersihkan material plengsengan yang ambrol di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Wawali Achmad Zakaria bersama satpol PP membersihkan material plengsengan yang ambrol di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Plengsengan tanggul Kali Sadar di RT 1 RW 5 Lingkungan Kuti Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ambrol.

Bagian tanggul sekitar 20 meter itu ambrol setelah kegiatan pengerukan sedimentasi program Normalisasi Kali Sadar. Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, ambrolnya plengsengan sungai yang membelah Kota Mojokerto itu diketahui terjadi pada Selasa malam (23/1).

Warga setempat mengatakan, plengsengan itu ambrol selepas ada peningkatan debit air sungai. Plengsengan yang ambrol sekitar 20 meter. Dengan ketinggian dari permukaan air sekitar 4 meter.

Paginya, sejumlah petugas dari BBWS Brantas memasang pita tanda bahaya di sekitar 30 meter tanggul yang ambrol. Lokasi didokumentasikan di mana terlihat sebagian tanah dan bebatuan plengsengannya ambrol terbawa air. ’’Ini kami laporkan dulu ke Surabaya tidak tahu kapan diperbaiki,’’ ujar petugas di lokasi.

Lepas tengah hari, rombongan petugas dari Satpol PP, kecamatan dan kelurahan, pemkot dipimpin Wawali Achmad Rizal Zakaria meninjau lokasi longsor. Di situ pula dilakukan perbaikan sementara. Bebatuan fondasi plengsengan dinaikkan ke atas tanggul.

Sejumlah pekerja didatangkan untuk menata kembali material plengsengan yang ambrol. ’’Ini karena bukan wewenang kita. Sementara dilaporkan ke BBWS. Kemudian, meminta prioritas diperbaiki terlebih dahulu,’’ ungkap Wawali Achmad Rizal Zakaria di lokasi.

Wawali juga memerintahkan instansi terkait turut melakukan pengecekan kondisi tanggul Kali Sadar. Lantaran, akhir-akhir ini intensitas curah hujan di Kota Mojokerto tetap tinggi. Di samping itu, juga mencegah longsor susulan di tempat lain.

’’Instansi terkait kami instruksikan memeriksa. Ini yang (ambrol) pertama terjadi di tahun ini,’’ tambah dia. Sementara itu, Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono, mengatakan, pihaknya mengerahkan jajarannya mengecek kondisi tanggul Kali Sadar.

Juga, meningkatkan kewaspadaan dan komunikasi jajaran yang tergabung dalam Satkorlak Kota Mojokerto. ’’Hari ini (kemarin (24/1) sudah kita tinjau. Kemudian, jajaran di bawah naungan Satkorlak kita intensifkan komunikasi. Terutama ketika ada perubahan cuaca ekstrem seperti hujan deras,’’ terangnya.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia