Rabu, 24 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kali Sadar Dikeruk, Plengsengan Sungai di Kota Ambrol

24 Januari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wawali Achmad Rizal Zakaria bersama Satpol PP Kota melihat kondisi plengsengan Kali Sadar di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari yang ambrol terseret air.

Wawali Achmad Rizal Zakaria bersama Satpol PP Kota melihat kondisi plengsengan Kali Sadar di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari yang ambrol terseret air. (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Setelah dilakukan pengerukan, ditemukan banyak plengsengan Kali Sadar yang kondisinya menggantung. Hal itu menyusul keberadaan fondasinya jatuh.

Demikian itu disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria kemarin. Pihaknya pun mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas memprioritaskan perbaikan tanggul Kali Sadar di wilayah Kota Mojokerto.

Wawali mengakui, terkait tanggul Kali Sadar bukan wewenang pemkot. Melainkan BBWS Brantas di Surabaya. Pasca mendapat laporan plengsengan ambrol, pihaknya meninjau dan memperhatikan keadaan sekitarnya.

’’Ini bukan wewenang pemkot. Kita hanya pemerintah. Perhatikan keadaannya saja,’’ ungkapnya di sela melihat kondisi plengsengan ambrol. Ia mengatakan, sudah berkoordinasi dengan BBWS Brantas. Bahkan, Wawali mengaku telah mendesak agar BBWS Brantas memprioritaskan perbaikan tanggul Kali Sadar di wilayah Kota Mojokerto.

’’Untuk yang ini, minta diprioritaskan. Dan sudah dimulai,’’ ujarnya. Dijelaskannya, desakan memprioritaskan perbaikan tanggul di wilayah kota ini tak lepas posisi tanggul yang berdekatan dengan pemukiman warga. ’’Jadi kita minta diprioritaskan untuk tanggulangi keresahan warga,’’ jelas dia.

Disebutkannya pula, kejadian tersebut bukanlah longsor melainkan plengsengan Kali Sadar yang ambrol. Pihaknya merinci, plengsengan yang ambrol merupakan plengsengan lama. ’’Jadi pasca pengerukan sedimentasi itu membuat fondasinya jatuh. Sehingga, plengsengannya itu menggantung,’’ rinci wawali.

Menurut info BBWS yang diterimanya, perbaikan tanggul sebenarnya sudah masuk program Normalisasi Kali Sadar. Hanya saja, digelar mulai wilayah hulu yang berada di sebelah timur Kota Mojokerto. ’’Ini kan sudah diurut dari timur. Kebetulan belum masuk di sini,’’ sambung dia.

Tanggul Kali Sadar wilayah timur sudah diperbaiki. Kata wawali, plengsengannya pun telah diperbarui. ’’Di timur baru semua plengsengannya,’’ ucapnya. Kejadian ambrolnya plengsengan di wilayah kota ini baru kali pertama terjadi di musim penghujan awal tahun ini.

Berdasar laporan yang diterima, plengsengan rawan ambrol tidak hanya terjadi di kawasan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan. Melainkan juga ada di wilayah Kecamatan Kranggan. ’’Ada retakan di Kranggan. Untuk itu, kita inventarisir. Untuk diprioritaskan terlebih dahulu. Sudah koordinasi untuk diperbaiki ini dulu. Biar tidak nglambrah,’’ pungkas wawali. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia