radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Cegah Banjir di Kota, Andalkan Normalisasi Kali Sadar

22 Januari 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Jembatan di Kali Sadar yang tidak sejajar dengan tanggul dikeluhkan Balai Besar Wilayah Brantas (BBWS).

Jembatan di Kali Sadar yang tidak sejajar dengan tanggul dikeluhkan Balai Besar Wilayah Brantas (BBWS). (Fendy Hermansyah/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Meski intensitas curah hujan semakin deras, Kota Mojokerto masih aman dari bencana banjir. Salah satunya disebabkan kondisi Kali Sadar yang baru dikeruk.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Mojokerto Mashudi, selepas mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) tentang perkembangan proyek Normalisasi Kali Sadar di gedung dewan, kemarin. ’’Sejauh ini belum ada,’’ ujarnya.

Menurut Mashudi, paling tidak hal itu diukur dari daerah langganan banjir di Kota Mojokerto. Pada musim penghujan awal tahun ini belum terjadi banjir. Itu seperti di Kelurahan Meri. Tepatnya di Lingkungan Kuti maupun Kedungturi yang tiap tahunnnya biasa langganan banjir.

’’Sementara ini Kuti (lokasi langganan banjir) belum banjir. Padahal hujan sudah ada sejak akhir tahun lalu,’’ kata dia. Mantan Kasatpol PP ini, menerangkan, kondisi itu diperkirakan adanya sejumlah perbaikan kondisi saluran maupun sungai di Kota Mojokerto. Yang paling mencolok yakni Kali Sadar yang baru saja dinormalisasi.

’’Kedalamannya bertambah 60 sentimeter. Dam di Kuti belum pernah dibuka. Tapi tidak ada muncul banjir,’’ terang dia. Masih kata Mashudi, kondisi Kali Sadar setelah dinormalisasi praktis lebih lebar dan mampu menampung debit air yang lebih banyak. Hal itu menyebabkan curahan air hujan yang turun di Kota bisa langsung ke Kali Sadar dan mengalir dengan lancar.

Meskipun ada sinyalemen positif terhadap perbaikan kondisi Kali Sadar, pihaknya enggan berspekulasi tidak ada banjir di tahun ini. Pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan terutama ketika hujan deras turun dalam waktu lama. ’’Yang kita siapkan itu ada 16 rumah pompa. Memang semua belum seperti yang kita inginkan, tapi semuanya kita optimalkan terlebih dahulu,’’ terang dia.

Keberadaan rumah pompa menjadi andalan untuk menekan potensi banjir di Kota Mojokerto. Untuk itu, seluruh rumah pompa selalu dicek kondisinya. Kemudian, dam-dam yang menuju Kali Sadar juga dicek serta diawasi.

’’Intinya dengan rumah pompa yang ada itu mengalirkan air yang di bawah itu dimasukkan ke Kali Sadar. Dengan begitu, meminimalisir genangan atau banjir,’’ tukas Mashudi. Pihaknya mengaku, bakal menggalang kajian terhadap kondisi saluran, sungai, dan infrastruktur pendukung penanggulangan banjir di Kota Mojokerto.

Yakni bersama Bappeko melakukan tahapan pengkajian sebelum melangkah ke perencanaan program. ’’Kita tidak ingin trial and error. Jadi kita matangkan kajiannya dulu. Disesuaikan kondisi existing yang sekarang ada,’’ tandasnya. 

(mj/fen/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia