radarmojokerto
icon featured
Jangan Baca

Suamiku Bergaji Tinggi, Aku Tak Dinafkahi

14 Januari 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (JPG/Jawa Pos Radar Mojokerto)

Ngopine disandingi gorengan

Duwe bojo gak tau diblanjani

Timbang sumpek mending ijenan  

MENAFKAHI adalah hal yang wajib bagi suami. Jika tidak dilakukan, jangan salahkan jika terjadi perpecahan. Ya, hal itulah yang kini terjadi pada keluarga Tulkiyem (samaran), 33, warga asal Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kini dirinya memilih berpisah dengan suaminya Mukiyo (samaran), 34, lantaran sudah tidak diberi nafkah lagi. Tulkiyem bercerita, awal pernikahannya memang baik-baik saja. Suaminya selalu memberi nafkah kepadanya layaknya keluarga lainnya.

Namun, setelah pernikahan menginjak enam tahun, Mukiyo berubah. Kini, dirinya sudah tidak pernah memberikan uang lagi kepada istrinya. Padahal, kata Tulkiyem, pendapatan suaminya dari bekerja di pabrik cukup banyak. ”Sak eruhku, gajine bojoku yo akeh,’’ katanya.

Karena masalah itulah, Tulkiyem terus dihantui rasa galau. Tidak hanya itu, ia jarang memegang uang, Tulkiyem terpaksa menjual perhiasannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. ”Yo untung aku sek ono emas tekan wong tuoku,’’ jelasnya.

Namun, namanya juga manusia. Tulkiyem merakasan bosan dan jengkel jika harus bertahan dengan sifat suamianya. Akhirnya, karena tidak ingin larut dalam kegalaun ia memilih untuk berpisah. ”Yo bojoku tak jak pisahan,’’ ujarnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia