radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

SDN Gumeng Belum Diperbaiki, Dinas Minta Proposal Lagi

14 Januari 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Siswa SDN Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, bermain di tengah jam istirahat belajar.

Siswa SDN Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, bermain di tengah jam istirahat belajar. (Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Upaya perbaikan SD Negeri Gumeng rupanya tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Pihak sekolah praktis kembali diminta membikin proposal perbaikan gedung sekolah ke Dinas Pendidikan lagi.

Sebelumnya, pihak sekolah mengakui sudah berulang-ulang mengajukan perbaikan gedung sekolah yang rusak. Bahkan sejak lima tahun lalu, kerusakan gedung sekolah sudah dilaporkan. Sampai kini, sudah tiga kali proposal pengajuan perbaikan disampaikan.

Hanya saja, perbaikan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Hal itu kembali terjadi lagi. Meski, pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten sudah meninjau kondisi gedung sekolah. ’’Dari dinas sudah ada yang turun kemarin melihat ke sekolah,’’ kata Hadi Sariningsih, kepala SDN Gumeng, Kecamatan Gondang.

Oleh dinas, pihak sekolah kembali diminta membikin pengajuan proposal perbaikan. Meski pihaknya sudah tiga kali membuat proposal serupa sebelumnya selama tiga tahun terakhir. ’’Dinas meminta sekolah membuat proposal lagi,’’ tambah dia.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Ina Mujiastuti, berjanji bakal mengawal perbaikan gedung SDN Gumeng tersebut. Pihaknya mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto segera merealisasi perbaikan sekolah terpencil tersebut. ’’Sudah ada laporan kalau dinas datang meninjau ke sekolah,’’ ujarnya.

Meski begitu, pihaknya mendorong Dispendik Kabupaten Mojokerto memprioritaskan sekolah terpencil yang mengalami kerusakan sarana dan prasarana tersebut. Karena, sekolah tersebut terbilang satu-satunya di desa Gumeng. Sehingga, anak-anak setempat praktis menggantungkan pendidikan di sekolah itu. ’’Akan kami kawal,’’ janjinya.

SDN Gumeng terletak di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Jaraknya sekitar 25 kilometer dari pusat pemerintahan. Sekolah itu punya 33 siswa dengan lima rombongan belajar (rombel). Jumlah ruangan kelas ada 4. Kelas 1 dan kelas 2 dijadikan satu. Kemudian, satu ruangan untuk kantor kasek dan ruangan guru. Ruang perpustakaan di rumah kasek. Sekolah hanya punya 3 guru PNS, 1 kasek, 4 guru honorer, dan 1 penjaga sekolah.

Sejumlah lokal setempat mengalami kerusakan. Kerusakan meliputi di bagian atap, kusen, pintu, dan lainnya. Selain itu, sarana prasarana menuju sekolah tersebut juga rusak. Di antaranya, tidak adanya jembatan permanen dan jalan yang memadai. 

(mj/fen/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia