Rabu, 20 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pasien Kasus DBD di Satu Rumah Sakit Tembus 183 Anak

12 Januari 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pasien balita diduga mengalami DBD masih menjalani perawatan intensif di RSI Sakinah Mojokerto, Jumat (11/1).

Pasien balita diduga mengalami DBD masih menjalani perawatan intensif di RSI Sakinah Mojokerto, Jumat (11/1).

MOJOKERTO - Dinas Kesehatan (Dinkes) dituntut harus bergerak cepat untuk menyikapi mengganasnya kasus demam berdarah dengue (DBD).

Dalam kurun waktu satu bulan setengah ini saja, tercatat sudah ada 183 balita dan anak-anak tergigit nyamuk aedes aegypti hingga mengharuskan mereka menjalani perawatan itensif di rumah sakit.

Setidaknya, data tersebut baru terungkap di RSI Sakinah Mojokerto yang menerima pasien dengan gejala DBD sejak Desember 2018 hingga 11 Januari kemarin. Dian Alfana, orang tua Najwa, salah satu pasien kasus DBD di RSI Sakinah, mengatakan, awalnya, anaknya merasakan demam tinggi disertai muntah-muntah sejak Selasa (8/1) lalu.

Mengetahui hal itu dia lantas membawa putrinya ke rumah sakit. Setelah dilakukan uji laboratorium, oleh pihak rumah sakit, kata Dian, Najwa yang baru berusia 9 tahun tersebut dinyatakan positif DBD. ”Iya cukup panik, takut terjadi apa-apa,’’ kata warga asal Desa/Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ini. 

Kepala Seksi Perawatan RS Sakinah Nunuk Kurniati, menyatakan, jumlah pasien dengan kasus DBD dalam kurun waktu belum genap satu setengah bulan ini memang meningkat drastis. Di bulan Desember lalu, pasiennya mencapai 88 orang.

Sedangkan di Januari terhitung 1-11 Januari kemarin, tercatat sudah mencapai 95 pasien dirawat.  Rata-rata pasien yang dirawat adalah usia balita (0-1 tahun) dan anak-anak di atas 5 tahun. ”Usia anak-anak memang sangat rawan terkena DBD,’’ katanya.

Sebab, lanjutnya, sistem imun pada anak yang baru berusia 1 hingga 7 tahun masih belum terbentuk secara sempurna. Dengan demikian, tubuh anak-anak mudah jatuh sakit akibat virus dan bakteri.

”Pasien yang dirawat sejak 1 Januari lalu, yang sembuh dan diperbolehkan pulang ada 25 pasien,” tandasnya.  Ke-95 pasien tersebut diketahui berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Tertinggi dari Kecamatan Dawarblandong, disusul Trowulan, Jatirejo, dan Sooko.

”Selebihnya warga dari luar kota. Seperti dari Kecamatan Sumobito, dan Kesamben, Kabupaten Jombang,” paparnya. Medical Service Manager RSI Sakinah Mojokerto dr Roisul Umam, menambahkan, dari hasil diagnosa, rata-rata pasien memang mengalami demam lebih dari dua hari, tubuh nampak lemas, dan susah makan.

”Hasil uji laboratorium juga menandakan pasien mengalami gejalan DBD,” tandasnya. Dia mengimbau kepada seluruh keluarga untuk benar-benar menjaga kesehatan, terutama yang mempunyai anak balita.

Dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan program pemberantasan sarangan nyamuk (PSN), 3M (menguras, menutup dan mengubur), serta memberikan asupan gizi secara teratur. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia