radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Cabang Dinas Haramkan Politik Masuk Sekolah

11 Januari 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com/Jawa Pos Radar Mojokerto)

Berita Terkait

MOJOKERTO – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Mojokerto Maryono meminta agar insitusi pendidikan, khususnya sekolah tidak dijadikan sarana politik praktis.

Menyusul, masa kampanye bagi calon legislatif (caleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah bergulir. ”Kami sudah kirim surat edaran akhir Desember kemarin kepada semua kepala sekolah, untuk tidak membawa masalah politik ke dalam sekolah,’’ katanya Kamis (10/1).

Pasalnya, lanjut Maryono, selain dinilai melanggar UU No 7 tahun 2017, tentang Pemilu, pasal 280 ayat (1) huruf (h) menyatakan, pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

’’Makanya, saya imbau ke semua sekolah, haram hukumnya memasukkan politik praktis ke sekolah,’’ jelasnya. Tidak hanya itu, bagi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) aturannya juga sudah jelas. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 53 Tahun 2010, tentang Disiplin PNS.

”Setahu saya PP tersebut sangat jelas, PNS dilarang menjadi anggota atau pengurus partai politik. PNS juga dilarang berkampanye dan mengajak orang lain untuk mendukung pasangan calon tertentu,’’ paparnya.

Untuk itu, dia berharap, kepada semua kepala sekolah bersifat netral dalam berpolitik, dan menahan diri agar tidak terjerumus akan hal-hal tersebut. ”Apalagi tahun 2019 ini kan terkenal tahun politik,’’ ucap Maryono.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Zainut Tamam juga menegaskan hal yang sama. Pihaknya sudah melakukan imbaun kepada semua sekolah agar tidak memasukkan masalah politik ke dalam sekolah.

Dia berharap di tahun politik ini, dunia pendidikan, termasuk madrasah tetap menahan diri, dan menjaga aturan yang berlaku. ”Kalau punya pilihan ya silakan, tapi jangan sampai di sekolah. Sekolah itu tempat belajar,’’ pungkasnya. (ras)  

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia