radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

1.744 Botol Miras Kosong dan Reklame Ilegal Turut Dimusnahkan

11 Januari 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ribuan botol miras sebelum dimusnahkan di Kantor Satpol PP Kabupaten Mojokerto.

Ribuan botol miras sebelum dimusnahkan di Kantor Satpol PP Kabupaten Mojokerto. (Abe Arsyad/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Sebanyak 2.496 botol minuman keras (miras) dihancurkan  dan dimusnahkan di halaman kantor Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/1).

Turut dimusnahkan juga 25 botol arak dan 6.545 reklame ilegal. Yakni, berbentuk banner, spanduk, dan umbul-umbul beserta perlengkapannya.

’’Itu semua merupakan barang bukti dan barang temuan Satpol PP Kabupaten Mojokerto selama tahun 2018,’’ ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Suharsono.

Barang bukti dan barang temuan itu ilegal berdasarkan peraturan perundang-undangan daerah. ’’Dari 2.496 botol minuman keras yang dimusnahkan, 752 di antaranya adalah botol yang masih ada isinya. Sementara 1.744 adalah botol kosong,’’ jelasnya.

Dalam penertiban selama setahun itu, petugas juga turut menyita arak yang dikemas dalam 25 botol air mineral. Sementara di sepanjang tepian jalan strategis di seluruh wilayah kabupaten, petugas juga mencopot dan menyita reklame-reklame tak berizin sebanyak 6.545 reklame.

’’Hasil penghancuran dan pemusnahan tersebut akan dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto,’’ jelasnya.

Sementara itu, Wabup Mojokerto, Pungkasiadi mengungkapkan, hari ini (kemarin, Red) adalah keseluruhan hasil pengumpulan dari 53 kegiatan penyuluhan, pengawasan, dan pembinaan terhadap para pelanggar peraturan daerah tahun 2018.

’’Tadi (kemarin, Red) sudah ada minuman keras yang jumlahnya sekitar 2.500, reklame itu sekitar 6.500,’’ ungkapnya. Memang semuanya harus dimusnahkan karena jelas melanggar perda. Sehingga, barang tersebut tidak boleh diedarkan.

Barang bukti tersebut disita oleh petugas dari warung seluruh wilayah kabupaten. ’’Untuk status hukumnya sudah selesai,’’ ungkapnya. Tercatat sebanyak 19 kasus yang sudah dilakukan sidang tipiring di Pengadilan Negeri Mojokerto. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia