Rabu, 20 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Tim Porprov Belum Berjalan Efektif

11 Januari 2019, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pelatih tim porprov Kabupaten Mojokerto Nono Srihartowo memberikan instruksi kepada pemain yang terpilih dari hasil seleksi November lalu.

Pelatih tim porprov Kabupaten Mojokerto Nono Srihartowo memberikan instruksi kepada pemain yang terpilih dari hasil seleksi November lalu. (Askab PSSI for Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Janji Askab PSSI Mojokerto menata kembali program persiapan jelang Pra-Porprov 2019 Jatim rupanya belum bisa optimal seperti rencana.

Program latihan yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir sampai saat ini belum bisa diikuti sepenuhnya oleh pemain yang terpilih. Sehingga pola latihan yang telah terjadwal kurang berjalan efektif sesuai target yang dibebankan.

Kondisi tersebut yang menjadi ancaman serius tim sepak bola Kabupaten Mojokerto sebelum turun di ajang kualifikasi Porprov Jatim Februari nanti. ’’Masih ada beberapa pemain yang absen latihan. Nggak tahu, apa karena benturan jadwal sekolah atau juga karena persoalan lain,’’ tutur Nono Srihartowo, pelatih Askab PSSI Mojokerto.

Nono mengaku belum bisa memberikan tekanan kepada 24 pemain yang tergabung. Pasalnya, persoalan yang dialami pemain rata-rata karena jadwal studi yang telah menjadi kewajibannya. Sehingga menjadi dilema di antara tim pelatih.

Persoalan tersebut yang telah berlangsung sejak awal pembentukan tim November lalu. ’’Kita menekan anak-anak juga susah, karena sekolah atau kuliah juga penting bagi mereka. Sementara kita juga dituntut latihan penuh untuk bisa menyiapkan tim yang kuat sebelum kompetisi,’’ tambahnya.

Sesuai informasi yang ia terima, pelaksanaan Pra-Porprov Jatim akan berlangsung pertengahan Februari nanti. Atau kurang satu setengah bulan lagi masa persiapan menghadapi ajang empat tahunan tersebut. Sisa waktu sebanyak itu dianggap Nono cukup riskan dalam menyiapkan komposisi tim yang ideal.

Sehingga butuh keseriusan lebih dari segenap pemain, pelatih hingga pengurus untuk bisa menampilkan performa sempurna. ’’Ya harus ada kesanggupan dari pemain untuk komitmen terhadap tim. Kita juga tidak menyalahkan sepenuhnya kepada pemain, tapi harus ada keseriusan semua pihak,’’ tegasnya.

Sebelumnya, Askab PSSI telah memberikan kelonggaran kepada pemain yang masih dihinggapi disibukkan dengan agenda pribadi masing-masing Desember lalu. Sehingga program yang terjadwal terpaksa diubah dan dikatakan bisa berjalan efektif mulai awal Januari. 

(mj/far/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia