Rabu, 20 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Belum Terakreditasi, 11 SMA/SMK Tak Bisa Gelar UNBK

09 Januari 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Sebanyak 11 SMA/SMK di Kabupaten Mojokerto hingga kini diketahui belum terakreditasi. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) di Mojokerto Maryono, mengungkapkan, di wilayah kabupaten belakangan ini memang terdapat 39 lembaga SMA.

Namun, masih ada satu SMA yang belum terakreditasi. Untuk SMK ada 61 lembaga. Namun, yang belum terakreditasi ada 10 sekolah,” katanya kemarin. Dia menjelaskan, faktor yang paling mendasari mengapa 11 sekolah tersebut belum terakreditasi adalah karena sarana dan prasarananya belum mencukupi.

Selain itu, rombel juga belum mencukupi. Menyusul, terpenuhinya rombel adalah syarat wajib yang harus dipenuhi setiap sekolah untuk bisa mengantongi akreditasi. ”Masih banyak lagi. Tapi, dua syarat itu yang paling penting,’’ katanya.

Dia mengaku cabang disdik sudah membantu secara maksimal agar 11 sekolah tersebut dapat terakreditasi secara cepat. ”Tapi, untuk syaratnya memang agak berat, dan itu butuh waktu yang panjang,’’ tambahnya.

Untuk ke depannya, lanjut Maryono, pihaknya akan terus memberikan dorongan agar 11 SMA/SMK di Kabupaten Mojokerto tersebut dapat segera terakreditasi. ”Karena sekolah yang belum terakreditasi itu efek buruknya lebih banyak. Salah satunya kepercayaan dari masyarakat rendah,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, sekolah-sekolah tersebut terpaksa tidak bisa mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri. Sebab, lanjut Maryono, syarat untuk bisa mengikuti UNBK secara mandiri memang sekolah harus sudah terakreditasi.

”Betul, akreditasi itu adalah syarat jika mau mengikuti UNBK secara mandiri. Itu harus,’’ pungkasnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia