Rabu, 20 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Sulap Botol Soft Drink Jadi Alat Hisab Sabu

09 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Barang bukti hasil ungkap kasus narkoba yang diamankan polisi dari tangan tersangka.

Barang bukti hasil ungkap kasus narkoba yang diamankan polisi dari tangan tersangka.

MOJOKERTO – Peredaran sekaligus penyalagunaan narkoba di wilayah Mojokerto seakan tak ada habisnya. Buktinya, hanya berselang empat jam, dua pengedar sabu-sabu kembali ditangkap satnarkoba dan Polsek Dawarblandong.

Keduanya diamankan di tempat berbeda saat melakukan transaksi. Masing-masing Mulyono, 48, warga Dusun Balonglombok, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, dan Ilham Firmansyah, 18, warga Dusun Dukuh, Desa Brangkal, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

’’Dua tersangka ini merupakan dua jaringan berbeda,’’ ungkap Kasubbaghumas Polresta Mojokerto, Iptu Katmanto Selasa (7/1). Menurutnya, kali pertama petugas mengamankan Mulyono di lingkungan Kedungturi, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto pada Sabtu (5/1) pukul 16.00.

Tidak ada perlawanan. Dia yang sedang berada di dalam kamar kos hanya bisa pasrah saat seisi kamarnya digeladah. Barang bukti sabu-sabu siap edar berhasil didapat petugas.

’’Ada sabu-sabu dengan berat kotor 0,28 gram kami sita dari pelaku,’’ tuturnya. Tak hanya itu, petugas juga menemukan satu pak plastik klip yang dipakai untuh memecah barang haram menjadi paket hemat, serta satu handphone.

Hasil penyelidikan, selain pengedar, pelaku ternyata juga pemakai serbuk haram tersebut. ’’Buktinya, kami ikut mengamankan satu sekop sedotan dan seperangkat alat hisab,’’ tegasnya.

Alat hisab tersebut diketahui menggunakan botol soft drink bekas. Oleh pelaku kemudian dipotong menjadi dua lalu disambung kembali dengan ukuran lebih pendek. Untuk memanfaatkan pelaku kemudian memasang alat hisab menggunakan sedotan. 

Selang empat jam atau sekitar pukul 20.00, Unitreskrim Polsek Dawarblandong berhasil menangkap Ilham Firmansyah di Jalan Raya Desa Pulorejo, Dawarblandong. Barang bukti sabu-sabu seberat 0,50 gram dan HP juga ikut disita.

Termasuk, sepeda motor Honda Vario 125 nopol S 2229 LA yang digunakan pelaku. ’’Uang Rp 700 ribu hasil penjualan sabu-sabu juga turut kami amankan,’’ tandasnya. Untuk proses penyelidikan, kedunya masih dalam pemeriksaan intensif. Kini, dua identitas pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam jaringan keduanya sudah dikantongi petugas.

’’Sekarang masih proses pengejaran,’’ pungkasnya. Kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1, UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia