radarmojokerto
icon featured
Sambel Wader
Menggali Potensi Wisata Air Mojokerto (3)

Venesia ala Mojokerto, Sungai Harus Bebas Sampah

08 Januari 2019, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto Andung A. Kurniawan.

Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto Andung A. Kurniawan. (Nadzir/Jawa Pos Radar Mojokerto)

GAMBARAN wisata air Mojokerto yang juga akan mengangkat kebesaran Majapahit, memberikan banyak pilihan kegiatan. Mulai dari wisata perahu, kuliner perahu, musik di atas perahu, sampai berbagai lomba di atas sungai.

Yang juga menjadi catatan adalah ikon wisata air itu harus bisa terlihat dari jalan tol. Sehingga membuat pengguna jalan tersebut penasaran, dan rasa ingin tahu mereka 'memaksa' untuk masuk Kota Mojokerto.

Bisa menggunakan baliho besar di pintu gerbang tol Jombang atau Warugunung, atau cara lain yang lebih fenomenal. Ada dua akses jalan tol yang bisa digunakan untuk masuk Mojokerto. Yakni, exit Penompo atau Jetis dan exit Pagerluyung.

''Sehingga ada akses dari dua arah. Dari arah Jombang bisa turun di Pagerluyung, sedangkan dari arah Surabaya bisa turun dari exit Penompo lewat Jetis maupun Tjiwi Kimia,'' kata Cak Rizal.

Namun, dari semua itu, yang paling utama adalah bagaimana membuat aliran air sungai. Baik Sungai Brangkal, Sungai Ngotok, dan Sungai Brantas bersih serta bebas dari sampah. ''Baik sampah rumah tangga maupun limbah industri,'' tambah Mas Supriyadi.

Karena itu, sangat perlu ada kesadaran atau kebiasaan yang harus ditekankan kepada warga agar tidak membuang sampah ke saluran air. ''Harus ada gerakan tidak membuang sampah di saluran air maupun sungai secara serentak, simultan, dan terus menerus,'' tambahnya.

Tampaknya, masalah sampah benar-benar membuat prihatin. Apalagi masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Baik di saluran air maupun sungai. Kebersihan sungai adalah hal penting yang harus jadi perhatian khusus.

''Tanpa ada wisata air Mojokerto pun, sungai harus bebas dari sampah, karena air merupakan sumber kehidupan. Apalagi ketika wisata air akan dijadikan andalan Kota Mojokerto,'' tuturnya. Kehidupan ikan di sungai akan menjadi tolak ukur kondisi air sungai.

Kegiatan pemancingan di sepanjang tepi sungai akan lebih bergairah kalau air sungai bersih dan ikannya lebih segar. Wisatawan juga akan sangat menikmati keindahan dan kebersihan air sungai. Bersihnya sungai di Mojokerto juga akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Mojokerto.

''Akan bisa tercipta Venesia kecil di Mojokerto, karena air sungai bersih. Sehingga wisatawan yang menggunakan perahu besar juga akan bisa menikmati keindahan dan kebersihan sungai di Mojokerto,'' sahutnya. Nah, kabar dari mulut ke mulut para wisatawan tentang kebersihan dan keindahan sungai di wisata air Mojokerto akan lebih cepat tersiar.

''Bahkan tidak menutup kemungkinan wisatawan mancanegara juga akan berkunjung,'' paparnya. Sehingga Mojokerto tidak hanya dikenal dengan situs Kerajaan Majapahit, tapi benar-benar bisa menikmati kuliner ikan air tawar khas Mojokerto.

''Menikmati wisata sejarah Majapahit bisa berawal dari wisata air Mojokerto. Mengunjungi tempat wisata Majapahit tidak akan terasa lengkap tanpa menikmati wisata air Mojokerto,'' ungkapnya. (*)

*)Penulis adalah Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto. 

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia