radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ada Hal Menarik di Balik Kebakaran Ruko, Ini Cerita Selengkapnya

08 Januari 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warga melintas di depan ruko bahan sepatu dan sandal yang terbakar di Jalan Majapahit, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Warga melintas di depan ruko bahan sepatu dan sandal yang terbakar di Jalan Majapahit, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kebakaran yang menghanguskan tiga ruko (rumah dan toko) Sumber Baru milik H Muhammad Takril, 78, di Jalan Majapahit Selatan, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto masih didalami kepolisian.

Meski masih menunggu Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur (Jatim) untuk memastikan penyebabnya, sejauh ini polisi menduga percikan api hingga menyebabkan kebakaran pada Minggu malam (6/1) tersebut akibat korsleting listrik.

Misbahul Munir, 39, putra Takril menegaskan, percikan api muncul diduga karena korsleting listrik dari jaringan listrik di bawah meja kasir. Sebab, selama ini, di area tersebut memang digunakan sebagai pusat saluran listrik dan elektronik selama 24 jam nonstop.

Meliputi CCTV (closed circuit televion), mesin pengecek uang, dan EDC (electronic data capture). ’’Diduga karena koneksi listrik di situ terlalu panas, akhirnya terjadi korsleting hingga mengeluarkan percikan api,’’ katanya di lokasi Minggu malam (6/1). Menurutnya, sebelum api membesar, sebenarnya, upaya pemadaman menggunakan seprai kasur sempat dilakukan.

Bahkan, kondisi api saat itu dianggapnya telah padam. Sebaliknya, ternyata di bagian bawah api masih mengeluarkan bara api. ’’Saya siram sama air, malah keluar asap dan api tambah besar,’’ tambahnya.

Seketika kobaran api menyambar kayu yang ada di kasir. Namun, karena banyak bahan mudah terbakar, dengan cepat api membesar hingga menghanguskan tiga ruko berikut isinya. ’’Ada banyak bahan-bahan sepatu. Ada kulit imitasi, ada lem, mesin pemotong, dan mesin pres,’’ ujarnya.

’’Ada tiner juga. Makanya beberapa kali sempat ada ledakan,’’ imbuhnya. Kondisi itu membuat dia dan keluarga panik. Agar tidak menjadi korban dan terjebak, dia lantas keluar meminta bantuan warga dan menghubungi mobil damkar.

’’Saya langsung mengevakuasi kedua orang tua ke luar. Agar aman, mereka kami ungsikan ke rumah tetangga,’’ tuturnya. Beruntung tidak ada korban dalam insiden yang menyita perhatian Wali Kota Ika Puspitasari ini. Sebab, saat kejadian, dalam rumah di lantai dua, diketahui sedang ada lima orang.

Selain Misbahul Munir dan istrinya, Wena Nur Zainira, di kamar, juga ada orang tuanya, H Muhammad Takril dan Hj Mukhayaroh, serta seorang pembantu. ’’Mak Ni (pembantu) ini yang pertama kali tahu ada asap muncul dari dalam toko,’’ tegasnya.

Hanya saja, sejauh ini pihaknya belum bisa menghitung berapa kerugian yang dialaminya. ’’Belum tahu. Karena banyak barang yang baru datang juga,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia