Rabu, 20 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Zainul Arifin, Difabel Asal Kota Mojokerto

Dari Tukang Sepatu, Perajin Kue, hingga Ingin Dirikan Cake Shop

05 Januari 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Zainul Arifin saat membuat kerajinan kue di rumah Lingkungan Kedungkwali, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Zainul Arifin saat membuat kerajinan kue di rumah Lingkungan Kedungkwali, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. (Zainul for Jawa POs Radar Mojokerto)

Menjadi penyandang disabilitas, tak membuat Zainul Arifin melulu meratapi nasib. Tukang sepatu ini akhirnya banting setir menjadi pembuat kue. Juga melatih kreativitas para difabel lainnya.

KEJADIAN kecelakaan sembilan tahun silam masih terngiang di benak Zainul Arifin. Pria asal Kedungkwali IX, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini, nasibnya berubah. Sempat mengalami syok lantaran gangguan fungsi salah satu organ tubuhnya.

Namun demikian, dia enggan meratapi nasib yang diterimanya. Dia berupaya bangkit dengan memberdayakan diri dengan baik. Beruntung salah satu koleganya menawarinya pekerjaan. Meski hanya membantu usaha pembuatan kue dan snack.

’’Saya akhirnya bantu usaha saudara sendiri katering tahun 2011,’’ ungkap Zainul. Pekerjaannya itu ditekuni. Sebelumnya, dia bekerja sebagai tukang sepatu yang bergelut dengan lem, sol, paku, hingga palu. Namun, dia beralih bergelut dengan tepung, gula, hingga manisan.

Dia melakoni pekerjaannya dengan tekun. Dukungan keluarga turut membuatnya kian percaya diri. Tahun 2016, dirinya mulai masuk organisasi. Khususnya organisasi bagi kalangan penyandang disabilitas, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).

Setahun berorganisasi, kemudian muncul tawaran mengikuti pelatihan. Tepatnya pelatihan yang digelar instansi terkait. Sebagai difabel, Zainul merasa ingin terus meng-upgrade diri. Diikutilah pelatihan tersebut. Kebetulan, pelatihan yang diadakan sejalan dengan passion-nya yakni dunia kerajinan.

’’Sekitar bulan Mei 2017 ada pelatihan komputer dan keterampilan handicraft,’’ sambung pria yang masih membujang ini. Pelatihan itu, Zainul belajar memanfaatkan bahan-bahan bekas menjadi produk kerajinan.

Salah satunya dengan pembuatan vas menggunakan handuk bekas. ’’Dari pelatihan itu, saya pikir kalau dibikin vas mungkin kurang bermanfaat bagi saya. Kalau dibikin pot mungkin berguna karena saya suka tanaman,’’ sambung mantan Sekretaris PPDI itu.

Di rumah, Zainul lantas mengaplikasikan hasil sharing dengan kawan-kawannya itu menjadi pot tanaman. ’’Akhirnya bisa. Pot dari handuk bekas itu untuk tempat koleksi anggrek saya,’’ sambung dia.

Memang, produk kerajinannya itu belum banyak berkembang. Lantaran, peminat pot dari bahan bekas tak banyak diminati di pasaran. Meski begitu, dia mengaku terbuka kepada siapa pun yang ingin belajar membuat handicraft dari bahan-bahan bekas. ’’Sekarang masih tekuni mengelola jualan kue,’’ ujar Zainul.

Dua tahun terakhir ini, dia mulai memasarkan melalui online dan internet. Itu bisa dilakukan Zainul. Lantaran, dirinya sudah mulai menggagas usaha kuenya sendiri. Mulai dari kulakan bahan-bahan, produksi kue, hingga pemasaran. Beruntung, saudara yang dulu diikutinya memberikan kesempatan Zainul mengembangkan diri.

Usaha kue yang dirintis Zainul berkembang. Tiap bulannya, omzet kuenya bisa sampai Rp 2 juta. Pemasaran lewat online seringkali membantu akhir-akhir ini.

Meski begitu, Zainul masih terus jalin silaturahmi dengan kalangan difabel lainnya. Terutama, membantu difabel yang terkendala soal mobilitas. ’’Sehingga saya harus melayani mereka. Baik yang punya keterbatasan gerak maupun pengetahuan. Sama-sama terus belajar,’’ tukas lulusan SMEA Ahmad Yani Kota Mojokerto ini.

Ide mengembangkan usaha kuenya juga terus digali. Zainul yang terampil mengoperasionalkan komputer/laptop sering gali ide di internet. Sekarang, dia belajar merancang tempat paketan kue hantaran. ’’Saya inginnya seriusi bidang usaha kue sampai bisa buka cake shop,’’ inginnya. Selain itu juga ingin kantongi sertifikat agar bisa menjadi narasumber bidang kuliner cake. 

(mj/fen/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia