radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Misterius, Andi Ahmad Tercatat Dalam Struktural PSMP

04 Januari 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Nama Andi Ahmad belakangan muncul dan mengejutkan para petinggi PS Mojokerto Putra.

Nama Andi Ahmad belakangan muncul dan mengejutkan para petinggi PS Mojokerto Putra. (Istimewa/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Di tengah penantian panjang akan respons Komite Banding (Komding) PSSI terhadap upaya banding, pengurus, dan tim ofisial PS Mojokerto Putra (PSMP) tiba-tiba dikejutkan dengan situasi lain.

Bagaimana tidak, pengurus The Lasmojo tiba-tiba saja dipanggil Komdis PSSI untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus pengaturan skor yang mengakibatkan PSMP harus dijatuhi sanksi larangan bermain di Liga 2 musim 2019.

Panggilan tersebut baru diterima PSMP selang sehari sebelum pemeriksaan atau Rabu (2/1) malam. Terdapat lima nama pengurus dan ofisial yang tercantum dalam pemanggilan pertama komdis setelah menjatuhi hukuman larangan bermain.

Mulai dari Presiden Klub PSMP Firman Efendi, pelatih kepala Jamal Yastro, pemain PSMP Indra Setiawan, hingga beberapa ofisial yang terlibat selama PSMP mengarungi Liga 2 musim 2018.

Namun, dari lima nama tersebut, terdapat satu nama yang tak masuk dalam struktur pengurus. Yakni, Andi Ahmad yang tercantum dalam surat panggilan No. 06/AGB/06/1-2019 sebagai ofisial tim.

’’Makanya itu, pemanggilan ini termasuk aneh. Kok bisa ada nama Andi Ahmad dalam struktur ofisial PSMP,’’ tutur Muhammad Sholeh, kuasa hukum PSMP. Ya, Andi Ahmad sejatinya bukan nama asing di tubuh tim berjuluk Laskar Majapahit ini.

Di mana, ia sempat memanajeri PSMP saat mengarungi kompetisi Divisi Utama musim 2014 hingga 2015 lalu. Saat itu, struktur kepengurusan PSMP masih berbentuk yayasan biasa sebelum akhirnya berubah menjadi PT (perseroan terbatas).

Akan tetapi, saat PSMP mengarungi kompetisi Liga 2 dua musim terakhir, nama Andi Ahmad sudah tidak lagi menjabat sebagai manajer. Di mana, manajer telah dialihkan ke Said Muhammad Thoha saat musim 2017 dan Muhamad selama musim 2018.

Sehingga pemanggilan komdis tersebut dinilai janggal dan tak memiliki dasar kuat dalam upaya menyelidiki keterlibatan PSMP di pusara kasus match fixing Liga 2. ’’Padahal, saat PSMP dituduhkan terlibat pengaturan skor di beberapa pertandingan, jelas-jelas tidak ada nama itu dalam daftar susunan pertandingan (DSP),’’ tambahnya.

Belum diketahui proses dan hasil dari pemanggilan kelima nama yang berlangsung di kantor PSSI di kompleks Rasuna Office Park Kuningan, Jaksel itu. Hingga tadi malam. proses klarifikasi dan konfirmasi kelima pengurus dan ofisial tim masih berlangsung. 

(mj/far/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia