Rabu, 20 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Gantikan Tatok Setjadi, Santoso Bekti Jadi Ketua KONI

03 Januari 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Tongkat estafet kepengurusan KONI Kota Mojokerto periode 2015-2019 kini telah berganti. Meski tengah diterpa keterbatasan anggaran, namun tak menghentikan langkah KONI dalam merombak struktur kepengurusan.

Hingga akhirnya terpilih Santoso Bekti Wibowo sebagai Ketua KONI Kota Mojokerto periode 2019-2023. Dia terpilih dalam Musorkot yang digelar Rabu (26/12) lalu. Ketua Askot PSSI Mojokerto ini terpilih secara aklamasi setelah tidak ada nama lain yang bersedia mencalonkan diri.

Namun, di tengah proses pergantian struktur kepengurusan baru, kepengurusan lama di bawah komando Tatok Setjadi rupanya belum sepenuhnya resmi berhenti. Masih ada sisa waktu masa bakti kepengurusan hingga 13 Januari nanti atau dua minggu dari Musorkot jelang batas akhir.

Situasi tersebut yang menjadi kontroversi tersendiri. Mengingat proses pergantian pengurus biasanya didahului dengan demisioner. Sehingga seperti ada tumpang tindih kewajiban dalam setiap kebijakan KONI sebagai induk cabor.

Ketua Harian KONI Kota Mojokerto Sutomo mengaku jika pelaksanaan Musorkot tak lepas dari keterbatasan anggaran yang dimiliki KONI di tahun 2019. Di mana, kegagalan penganggaran saat usulan 2018 lalu menjadi problem utama KONI dalam menjalankan roda organisasi.

Termasuk prosesi pergantian kepengurusan yang sejatinya baru akan berakhir 13 Januari mendatang.  Pilihan memajukan prosesi Musorkot di bulan Desember 2018 menjadi solusi untuk menyikapi keterbatasan anggaran.

’’Ya kita tahu sendiri, tahun 2019 KONI tidak mendapat sokongan anggaran dari pemkot. Karena itu, lebih baik Musorkot dimajukan saja di tahun 2018,’’ ungkapnya. Meski demikian, kondisi itu tidak menjadi persoalan serius di kepengurusan yang terpilih.

Di mana, kepengurusan lama tetap diminta menjalankan tugasnya sesuai masa bakti yang tertuang dalam SK. Sementara ketua KONI terpilih, memilih fokus untuk merancang struktur kepengurusan baru periode 2019-2023.

’’Kita sudah konsultasikan ke KONI Jatim, ternyata juga tidak ada persoalan. Lebih baik mendahului, karena jika memilih sampai masa bakti habis, takutnya musorkot justru ditangguhkan oleh KONI Jatim. Karena hampir bersamaan dengan pelaksanaan porprov,’’ tambah Sutomo.

Dalam menata struktur kepengurusan KONI untuk empat tahun ke depan, Santoso bakal didampingi oleh dua orang tim formatur. Yakni, Indro Tjahyono dan Tito. Bersama KONI Jatim, ketiganya bakal memilih sosok yang pantas untuk menduduki jabatan di kepengurusan harian KONI.

’’Untuk lebih efektif, kemungkinan tanggal 13 Januari besok menjadi hari terakhir pembentukan struktur pengurus. Sehingga langsung bisa dibuatkan SK kepengurusan baru yang definitif,’’ pungkasnya. Seperti diketahui, anggaran pembinaan olahraga dari pemkot yang biasa diterima KONI setiap tahun gagal teranggarkan dalam R-APBD 2019.

Kegagalan itu setelah ada kesalahan pengusulan dari KONI, sehingga terlambat menyampaikan pengajuan anggaran. Akibatnya, ploting anggaran tidak tertuang dalam KUA/PPAS 2019. 

(mj/far/ris/JPR)