Minggu, 21 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dilirik Pemerintah Pusat, Diwacanakan Menjadi TPA Regional

29 Desember 2018, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Zona aktif TPA Randegan Kota Mojokerto.

Zona aktif TPA Randegan Kota Mojokerto. (DLH for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Penanganan persampahan dengan penyediaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Kini, tengah diwacanakan program pembangunan TPA tingkat regional yang melayani kabupaten/kota.

’’Jadi, rencana penambahan TPA itu juga jadi rencana pemerintah pusat. Karena mereka berencana membangun TPA Regional,’’ ungkap Ikromul Yasak, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Jumat (28/12).

Rencana itu bahkan sudah disosialisasikan kepada pemerintah kabupaten/kota oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Rencana itu menjadi gawe bersama yang melibatkan sejumlah kementerian.

Selain KLHK, pelaksana pembangunan sedianya dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) serta nantinya dikelola oleh pemerintah tingkat provinsi. ’’Masih disosialisasikan tahun ini. Rencananya menggunakan dari Kementerian Kehutanan,’’ lanjut dia.

TPA Regional tersebut, menurut informasi yang dikantonginya bakal menampung sampah lintas daerah. Artinya, sampah dari Kabupaten/Kota dapat dimasukkan dalam area tersebut. Lokasi yang digunakan disediakan dari Departemen Kehutanan.

’’Seperti daerah Mojokerto yang ada kabupaten dan kota ini, itu ada TPA Regionalnya,’’ sambungnya. Meski demikian, pihaknya belum mengetahui perkembangan pastinya. Maklum, lantaran belum ada sosialisasi lanjutan.

Hanya saja, dalam sosialisasi sebelumnya diterangkan nantinya TPA dikelola oleh pemprov selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. ’’Nanti eksekutornya dari tingkat provinsi,’’ tambah dia.

Diakuinya, program yang diwacanakan pemerintah pusat itu tak lepas melibatkan peran pemerintah daerah. Lantaran, program bersifat top down, maka pemerintah daerah wajib mendukung.

’’Kami ikut kalau program dari atas,’’ tukasnya seraya menyebutkan, pengelolaan sampah regional itu tahap awal bakal menampung sampah B3 (Bahan Beracun Berbahaya). Sebelumnya, dewan mewacanakan penambahan TPA di Kota Mojokerto.

Menyusul, kian tingginya jumlah penduduk yang berimbas nyata dengan tingginya produksi sampah. Penambahan TPA untuk menampung sampah di wilayah barat dan timur Kota Onde-Onde. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia