Minggu, 21 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

KPK Tuntut MKP 12 Tahun Penjara

28 Desember 2018, 16: 52: 28 WIB | editor : Mochamad Chariris

Bupati MKP saat mendengarkan pembacaan tuntutan Jaksa KPU di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Jumat (28/12) siang.

Bupati MKP saat mendengarkan pembacaan tuntutan Jaksa KPU di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Jumat (28/12) siang. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

SIDOARJO - Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa dituntut hukuman selama 12 tahun penjara.

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut KPK dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, Jumat (28/12) tadi.

Jaksa KPK Joko Hermawan menegaskan, selain tuntutan penjara, MKP juga didenda Rp 750 juta subsider 6 bulan penjara, membayar uang pengganti sebesar Rp 2,7 miliar subsider 3 tahun, dan hak politiknya dicabut.

"Pencabutan hak pilih dan jabatan publik selama 5 tahun setelah menjalani hukuman pokok," tegasnya. Tuntutan berat jaksa ini karena sejumlah pertimbangan.

Di antaranya, MKP tidak pernah mengakui perbuatannya hingga tidak mendukung program pemerintah yang tengah memerangi tindakan korupsi di lembaga pemerintahan.

Bantahan MKP terhadap sepuluh rekaman yang diperdengarkan selama proses persidangan, ditegaskan Joko, juga harus diabaikan. Karena dari hasil uji laboratorium atas sampel suara, isi rekaman tersebut juga sangat identik dengan bupati yang dikenal dengan karakter koboi ini.

Usai membacakan tuntutan, ketua majelis hakim I Wayan Sosiawan, SH menunda persidangan hingga 9 Januari nanti dengan agenda pleidoi.

Sekadar diketahui, MKP didakwa melanggar pasal 12 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Bupati Mojokerto ini dituduh telah menerima suap atas perizinan tower sebesar Rp 2,7 miliar.

Dia resmi ditahan KPK sejak akhir April 2018 lalu.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia