Minggu, 24 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Cabor Menembak Minim Atlet Putri

28 Desember 2018, 14: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Atlet menembak putri Kabupaten Mojokerto berlatih bersama klub dari empat daerah di Lamongan dua pekan lalu.

Atlet menembak putri Kabupaten Mojokerto berlatih bersama klub dari empat daerah di Lamongan dua pekan lalu. (MSC for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Memasuki masa persiapan jelang Porprov Jatim 2019, cabor menembak terus mengasah skill para atlet. Setelah menggulirkan latihan bersama dengan enam klub dari empat daerah, cabor yang masih bernaung dalam satu klub ini terus menggeber latihan rutin setiap minggu.

Termasuk sparing bersama rekan senior yang tergabung di dalam klub Mojopahit Shooting Club (MSC). Namun, di tengah persiapan yang terus bergulir, sejumlah kendala rupanya masih sering dialami pihak klub. Di mana, jumlah 14 atlet yang tergabung dirasa masih kurang, terutama di sektor putri.

Kekurangan itu tak lepas dari hasil analisa dan prediksi pertandingan usai menjalani sparing bersama di Lamongan dua pekan lalu. ’’Kita kurang atlet putri. Meski selama ini justru sektor putri yang skill-nya paling berkembang pesat,’’ tutur Dhani Eka Kurniawan, pelatih sekaligus ketua klub MSC.

Dari 14 atlet yang tergabung, 8 di antaranya memang diisi atlet putra. Sedangkan sisanya atlet putri. Mereka merupakan atlet yang baru tergabung bersama MSC sejak setahun terakhir. Dengan rata-rata usia di bawah 18 tahun atau usia SMA.

Meski baru saja bergabung, namun Dhani mengaku kualitas skill anak asuhnya cukup menjanjikan di beberapa pertandingan atau kompetisi menembak skala provinsi tahun depan. ’’Sejak bulan kemarin sebenarnya sudah terlihat perkembangan kualitasnya. Cuman kita masih harus mengasah lagi sampai nanti mereka turun di Kejurprov dan Porprov Jatim,’’ tambahnya.

Nah, untuk menambah lagi jumlah atlet, Dhani kini mulai berburu ke sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA di Mojokerto. Kategori atlet pelajar disebutnya paling efektif untuk menggeber pelatihan lantaran kemampuannya yang cukup mudah diukur berdasarkan perkembangan usia.

’’Sebenarnya kita bisa mencari atlet lewat kategori umum. Tapi, kalau untuk pembinaan, lebih baik kita mengawali dari titik terendah saja,’’ pungkasnya. (far/ris)

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia