Rabu, 24 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Intelektualitas ISNU Dituntut Progresif dan Inovatif

27 Desember 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

PC ISNU Kabupaten Mojokerto H. Mukti Ali memberikan sambutan pasca dilantik di Aula Institut KH Abdul Chalim, Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

PC ISNU Kabupaten Mojokerto H. Mukti Ali memberikan sambutan pasca dilantik di Aula Institut KH Abdul Chalim, Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Mojokerto masa khidmat 2018-2022 di Aula Institut KH Abdul Chalim, Kembangbelor, Kecamatan Pacet, dikemas secara maraton, Rabu (26/12).

Selain pengukuhan bertema Mewujudkan ISNU yang Kuat, Nahdlatul Ulama Bermartabat Menuju Mojokerto yang Sehjatera, panitia menggelar sarasehan dan musyawarah kerja (musker) yang dibuka Ketua ISNU Jatim, Prof. Mas’ud Said.

Ketua PC ISNU Kabupaten Mojokerto H. Mukti Ali mengungkapkan keyakinanannya bahwa peran ISNU dapat berperan aktif dalam memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.

Bila hal itu dikelola dengan baik dan tetap mengkoordinir sarjana-sarjana NU yang memiliki beragam potensi disiplin ilmu. ”Jika kita selalu berperan aktif, bekerja nyata, Insya Allah selalu bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Kasi PHU Kemenag Kabupaten Mojokerto ini menambahkan, sebagai badan otonom (banom) NU, ISNU harus mampu menyinergikan program-program PC NU. Dengan tetap mengaktualisasikan kegiatan yang progresif, inovatif, dan kreatif.

Sesuai bekal intelektualitas yang disandang. Nampak di antara undangan adalah Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Mojokerto KH Mashul Ismail dan KH Abdul Adzim Alawy; Kepala Kemenag Mojokerto, Kediri, dan Pasuruan; rektor perguruan tinggi se-Mojokerto; dewan pendidikan; pengurus MUI; dan forkompimda.  

Sementara itu, Ketua ISNU Jatim Prof. Mas’ud Said mengungkapkan, tantangan NU dari berdiri hingga saat ini sangatlah berbeda. Sebagai organisasi keagamaan, NU ibarat sebuah kendaraan yang harus terus berinovasi. Apalagi, semakin hari, penumpangnya terus bertambah dengan skill dan karakter berbeda.

”ISNU sebagai Banom NU harus bisa menjadi pelopor dalam mencari peluang di berbagai zona, demi berkhidmat kepada NU,” tandasnya. Dalam sesi sarasehan Mas’ud Said, menegaskan, teradapat beberapa program utama yang harus diangkat agar ISNU mampu menunjukkan eksistensinya ke depan.

Di antaranya, penataan manajeman organisasi, penguatan kualitas, dan efektifitas kepemimpinan. ”Serta proliferasi (pertumbungan dan pertambahan) ajaran ahlu sunnah wal jamaah (aswaja),” imbuhnya.

Rangkaian acara ini lantas dipungkasi musker pada malam harinya. Dengan dihadiri Gubernur Jatim terpilih Hj Khofifah Indar Parawansa dan Pengasuh PP Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin. Keduanya dihadirkan sekaligus untuk memberikan bimbingan dan arahan organisasi.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia