Rabu, 20 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Gambar Tiga Caleg PKS Jadi Sasaran Vandalisme

26 Desember 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Satpol PP Kota menurunkan baliho PKS yang dirusak setelah mendapat rekomendasi dari bawaslu.

Satpol PP Kota menurunkan baliho PKS yang dirusak setelah mendapat rekomendasi dari bawaslu. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Belum tuntas menyelesaikan kasus dugaan pencurian baliho milik caleg Perindo, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto kembali kecolongan.

Kali ini, alat peraga milik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dirusak. Baliho berukuran jumbo yang dipasang di Jalan Mayjen Sungkono, Kota Mojokerto tersebut, dicoret dengan menggunakan cat warna hijau yang sangat parah.

Dari tiga orang yang berada di baliho tersebut, nyaris tak bisa dikenali. Pelaku menyemprotkan cat itu tepat di bagian garis mata. Sejumlah tulisan dengan kata-kata kotor juga dibubuhkan di baliho tersebut.

Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Abshor, mengatakan, bawaslu sudah terjun dan melakukan penelusuran atas laporan PKS Kota Mojokerto tersebut. Dan kini, alat peraga kampanye (APK) tersebut sudah diamankan satpol PP.

’’Kita keluarkan rekomendasi untuk dilakukan pelepasan. Dan APK itu menjadi alat bukti dalam pelaporan PKS,’’ ungkapnya, Selasa (24/12). Ulil menerangkan, meski laporan DPD PKS Kota Mojokerto dinilai tak memenuhi syarat formil, namun bawaslu tetap melakukan penanganan sesuai prosedur.

Yakni, membentuk tim investigasi yang bersumber dari panwascam dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL). ’’Sampai batas akhir pelaporan, ternyata PKS tidak bisa melengkapi laporan,’’ tambah dia.

Dengan menggandeng panwascam dan PPL, dikatakan dia, bawaslu akan menggali fakta atas ulah orang-orang yang tak bertanggung jawab tersebut.

Benarkah perusakan itu ditujukan khusus ke PKS? Ulil mengaku, pihaknya belum bisa mereka-reka atas dugaan motif perusakan tersebut. Karena, kasus yang hampir sama juga menimpa Perindo.

Beberapa waktu lalu, baliho milik Perindo yang dipasang di Jalan Raden Wijaya, juga lenyap begitu saja. ’’Tentunya, bawaslu masih menggali fakta atas dua peristiwa itu,’’ tambahnya.

Dalam waktu dekat, Ulil mengaku, akan mengumpulkan seluruh parpol di Kota Mojokerto. Langkah koordinasi tersebut untuk pengetatan dalam pemasangan APK. Setiap pemasangan APK, diharapkan dilaporkan ke bawaslu.

Laporan ini dinilai Ulil akan menjadi salah satu langkah pengawasan. ’’Kalau ada yang lapor dan titik-titiknya ditentukan, maka kita akan mengetahui. Dan mudah untuk ikut melakukan pengawasan,’’ pungkasnya.

(mj/ron/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia