radarmojokerto
icon featured
Jangan Baca

Janjimu Tak Semanis Yang Terucap

09 Desember 2018, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Radar Mojokerto)

NAMANYA juga hidup, sudah pasti butuh uang. Apalagi telah berumah tangga. Hal itulah yang dikatakan Tulkiyem (samaran) 24 warga asal Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto setelah memutuskan untuk berpisah dengan suaminya, Mukiyo (samaran) 27.

Tulkiyem memilih berpisah, setelah suaminya sudah tidak mau memberikan nafkah lagi. Awalnya, kata Tulkiyem suaminya adalah orang yang selalu memanjakan dirinya.

Namun, setelah pernikahan berumur dua tahun semunya berubah. Padahal, Mukiyo seringkali memberikan kejutan untuk dirinya. ”Yo koyo manten anyar ngunu. Romantis,” ucapnya.

Namun, sekarang, jangankan kejutan, uang nafkah per bulan saja berkurang. Entah apa sebabnya. Akibatnya, sebagai istri kebutuhannya tidak terpenuhi. ”Yo saiki aku gak tuku bedak,’’ katanya.

Suatu waktu Tulkiyem memberanikan dirinya bertanya kepada suaminya tersebut, mengapa sikap dan tanggung jawabnya berubah. Mukiyo enggan menjawab. ”Ora paham. Aku yo takon apik-apik,’’ tambahnya.

Karena semakin hari sifat Mukiyo semakin tidak jelas, Tulkiyem pun merasa bosan. Dari situ dia memilih berpisah dengan Mukiyo. Semula pilihan tersebut dilarang mertua dan orang tua Tulkiyem.

Dengan alasan, menjadi janda itu berat cobaannya. ”Yo wes bosen aku urip koyo ngunu terus,’’ ujarnya. Namun, karena Tulkiyem telah memilih jalan yang dianggapnya tepat, dia tetap memutuskan untuk menggugat cerai suaminya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia