Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Raih Sepatu Emas, Indra Setiawan Abaikan Bully Netizen

06 Desember 2018, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Indra Setiawan

Indra Setiawan (Sofan Kurniawan/Nadzir/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Meski aktivitas tim PS Mojokerto Putra (PSMP) tak kunjung terlihat. Namun, sejumlah kabar tentang nasib dan perkembangan pemain masih terus hadir.

Kali ini, kabar datang dari striker andalan Laskar Majapahit, Indra Setiawan yang di laga final Liga 2, Selasa (4/12), dinobatkan sebagai top skor musim 2018.

Sebanyak 29 gol yang ia cetak selama babak penyisihan hingga 8 besar mampu mengantarkan pemain bernomor punggung 11 ini meraih sepatu emas sebagai trofi kebanggaan.

Uang tunai sebesar Rp 150 juta juga berhak ia kantongi sebagai hadiah atas kerja kerasnya selama berkiprah di kompetisi kasta kedua semusim terakhir.

Akan tetapi, prestasi tersebut tak berarti mereduksi kritik publik terhadap usaha pemain asli Sidoarjo ini. Yang paling gencar berada dunia maya. Mulai dari Instagram, Twitter hingga facebook yang banyak muncul komentar negatif hingga di-bully atas prestasi Indra.

Hal itu dari tak lepas dari fakta soal 14 dari total 29 gol yang diciptakan berasal dari tendangan penalti. Di mana, peluang sepakan 12 pas itu 90 persen dapat diukir menjadi gol. Sehingga status top skornya tak lebih dari usaha mudah yang siapapun bisa menggapainya.

Nah, menanggapi hasil tersebut, Indra mengaku tak terlalu peduli atas asumsi publik terhadap dirinya. Terutama kritikan netizen di media sosial (medsos).

Baginya, apa yang ia raih saat ini bukannya tanpa usaha maksimal. Meski bukan tujuan utama sejak awal musim, namun prestasi tersebut cukup membahagiakan dirinya beserta seluruh tim dan keluarga.

Terutama bagi segenap tim baik rekan pemain, pelatih, ofisial hingga suporter The Lasmojo. Yang telah berjuang dan mendukung Laskar Majapahit selama hampir 12 bulan mulai persiapan hingga berakhir di babak 8 besar.

’’Bagi saya yang penting adalah tim dan keluarga. Tujuan awalnya adalah bagaimana tim bisa menang dulu, baru setelah itu berpikir soal gol. Juga untuk keluarga yang ikut mendukung dan hadiah akan saya berikan untuk mewujudkan cita-cita keluarga tahun depan,’’ pungkas Indra. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia