Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Lahan Relokasi Pedagang Pasar Tanjung Dikelola Swasta

06 Desember 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Lahan kosong di Jalan Semeru, Kecamatan Magersari yang bakal dijadikan tempat relokasi sebagian pedagang Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto.

Lahan kosong di Jalan Semeru, Kecamatan Magersari yang bakal dijadikan tempat relokasi sebagian pedagang Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Rencana Pemkot Mojokerto untuk merelokasi sebagian pedagang di Pasar Tanjung Anyar dilakukan dengan menggandeng pihak swasta.

Lahan yang telah dipersiapakan di Jalan Semeru, Kecamatan Magersari yang bakal didirikan menjadi lokasi baru, diproyeksikan mampu menampung hingga 2 ribu pedagang.

Relokasi tersebut bertujuan agar pasar induk terbesar di kota itu bisa disentuh pembangunan. Sebab, selama ini rencana pembangunan itu terganjal akibat over kapasitas.

Dari daya tampung maksimal sekitar 1.300 pedagang, jumlah yang ada saat ini membengkak hingga berkisar 2.400 orang.

Kepala Dinas Perdagangan (Diperindag) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, upaya relokasi diambil sebagai langkah awal dalam merealisasikan revitalisasi Pasar Tanjung Anyar.

Dalam hal ini, pihaknya melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk menyediakan tempat baru. ”Untuk mempersiapkan kelebihan penghuni 1.100 (pedagang) ini memang ada pembicaraan dengan pihak ketiga,” paparnya.

Sebelum diboyong, pihak ketiga akan terlebih dulu menyediakan bangunan yang menampung hampir separo dari jumlah pedagang dari Pasar Tanjung Anyar.

Ruby mengatakan, pihak swasta telah menyiapkan lahan. Lokasi yang dipilih berda di Jalan Semeru, Kecamatan Magersari atau berjarak kurang lebih 1,5 kilometer (km) dari Pasar Tanjung Anyar.

Dia menyebutkan, di tempat tersebut, ke depan akan dibuat pasar semimodern yang dibangun dan dikelola pihak swasta. ”Kalau tanahnya sudah ada, tinggal proses izin saja.

Karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,” beber Ruby. Dia menyebutkan, di lokasi baru itu digadang-gadang memiliki kapasitas hingga 2 ribu stan dan kios.

Dari daya tampung tersebut, Ruby mengaku bakal memprioritaskan bagi pedagang dari Pasar Tanjung Anyar atau warga kota. Dengan begitu, para penghuni lama akan dipastikan mendapatkan jatah kios atau stan.

Dia menambahkan, saat ini, pihak ketiga masih dalam proses pengurusan izin. Setidaknya, paling cepat pambangunan akan dikerjakan pada 2019 mendatang.

”Kalau dari pihak ketiga sudah dapat perizinannya bisa langsung action,” tuturnya. Selanjutnya, disperindag akan melayangkan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan pihak swasta sebagai pengelola.

Ruby menambahkan, salah satu poin kesepatakan dalam MoU tersebut adalah untuk mengakomodir kelebihan pedagang dari Pasar Tanjung Anyar.

Disamping itu, kesepakatan perihal retribusi atau biaya sewa yang dibebankan kepada pedagang. Sebab, meski dikelola swasta, pungutan retribusi diupayakan tidak jauh melebihi yang diterapkan pemkot selama ini.

”Memang penekanan kita sistem sewa, agar besarannya tidak jauh dari pengenaan retribusi di Pasar Tanjung,” tandasnya. Dengan begitu, kapasitas yang ada di Pasar Tanjung Anyar akan dapat terurai.

Sehingga ke depan pemkot dapat merealisasi pembangunan secara bertahap. Sebab, tahapan perencanaan hingga bentuk maket atau replika gedung hasil perencanaan revitalisasi salah satu pasar tertua di kota ini sudah dilakukan jauh hari sebelumnya.

Namun, akibat terkendala berbagai hal, sehingga wacana itu urung terwujud di tahun ini. ”Insya Allah nanti akan kita rumuskan renovasinya,” pungkasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia