Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Struktur Normalisasi Peninggalan Kerajaan Ditemukan Warga

06 Desember 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Struktur saluran air setinggi 3,8 meter dan panjang 80 meter di Dusun/Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, ditinjau BPCB Jawa Timur.

Struktur saluran air setinggi 3,8 meter dan panjang 80 meter di Dusun/Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, ditinjau BPCB Jawa Timur. (Abe Arsyad Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Struktur batu bata kuno kembali ditemukan di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Kali ini berupa saluran air setinggi 3,8 meter dan panjang 80 meter ditemukan warga Dusun/Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, di sebuah lahan tebu.

Temuan itu kemudian dilaporkan warga setempat kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Rabu (5/12). Mendapat laporan tersebut, pihak BPCB langsung meninjau lokasi.

Struktur itu kali pertama ditemukan oleh Suyitno, warga setempat. Sewaktu dia sedang menyirami sawah, dia berjalan mengitari lahan tebu. ’’Kemudian kok saya lihat ada tumpukan batu bata. Saya cek lebih dekat, kok batu batanya besar-besar seperti batu bata candi,’’ kata Suyitno.

Dia pun melaporkannya ke kantor BPCB Jawa Timur di Trowulan. Sayangnya, beberapa bagian rusak. Sebab, lokasinya berada di bekas penggalian batu.

’’Kalau saya lihatnya agak awal mungkin kondisinya lebih bagus. Pas saya lihat sudah ada bekas galiannya. Hanya saja masih ada wujudnya,’’ katanya.

Sementara itu, Pengkaji Cagar Budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono, mengungkapkan, temuan itu dilaporkan Suyitno Rabu (5/12).

Pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan meninjau lokasi. Saat pihak BPCB tiba di lokasi, tumpukan batu bata kuno itu berupa struktur saluran air.

’’Walaupun beberapa bagian sudah rusak karena aktivitas penambangan batu, tapi masih bisa diketahui bahwa itu adalah saluran air yang membentang dari utara ke selatan,’’ katanya.

Struktur itu memiliki panjang 80 meter dengan kedalaman mencapai 3,8 meter.  Wicak menambahkan, pada struktur tersebut ada yang menarik. Yaitu, terkait ukuran bata tersebut. ’’Ukuran struktur saluran ini lebih besar dari bata zaman Majapahit,’’ katanya.

Dari hasil pengukuran, batu bata tersebut memiliki ukuran panjang 40 sentimeter, lebar 23 sentimeter, dan tebal 9 sentimeter. Ukuran ini lebih besar dari ukuran batu bata dari beberapa situs di Trowulan.

’’Ukuran batu bata beberapa situs di Trowulan berkisar panjang 30-34 sentimeter, lebar 18 sentimeter dan tebal 5-7 sentimeter. Namun kebanyakan panjangnya hanya 28 sentimeter,’’ ungkapnya.

Dari hasil peninjauan, hasil identifikasi dan analisis terhadap struktur tersebut memenuhi kriteria sebagai cagar budaya berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

’’Sehingga perlu dilakukan kajian lebih lanjut berupa survei penyelamatan dan ekskavasi penyelamatan di lokasi temuan,’’ ungkapnya.

Sehingga, pihaknya akan merekomendasikan kepada pihak desa dan Disparpora Kabupaten Mojokerto untuk melakukan pendekatan ke pemilik lahan. Itu untuk menentukan langkah-langkah pelestariannya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia